Perdana, Puluhan Mahasiswa Agroekoteknologi Unsulbar Akan Praktik Kerja Terpadu

Ketua Program Paket, Ir H Amir M, MP saat menyampaikan sambutannya. Foto: UNSULBAR NEWS/Ihsan Badrah

Jurnalis: Ihsan Badrah, Marselino Geradus

Unsulbar News, Majene – Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut), Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), adakan sesi pembekalan, sekaligus pelepasan mahasiswa program Praktik Kerja Terpadu (Paket) di Gedung Theater, Kamis (31/8/2023).

Tercatat 45 mahasiswa, yang nantinya akan mengikuti Paket ini akan ditempatkan di beberapa lokasi yang ditemtukan oleh pihak fakultas. Dengan jumlah anggota per kelompok yaitu empat hingga lima orang.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Agoekoteknologi Unsulbar, Nurmaranti Alim SP MSi, dalam sambutannya menyinggung terkait pemilihan lokasi pelaksanaan kegiatan.

Dimana Ia menuturkan, pemilihan lokasi tersebut merupakan hasil pertimbangan para dosen dalam rapat di waktu sebelumnya.

Tidak lupa, Nurmaranti mengingatkan para mahasiswa agar tidak mengeluh dengan lokasi dimana mereka ditempatkan nantinya.

“Kami sebagai orang tua kalian di kampus sangat ingin agar kalian bisa mengharumkan nama baik kampus dan dapat membawa manfaat saat kalian kembali,” ucapnya dengan penuh harap.

Sebagai Kaprodi, ia berharap mahasiswa program Paket ini tidak mengeluhkan lokasi penempatan nantinya. Karena bagaimanapun tidak ada dosen yang mau mempersulit mahasiswanya.

“Semuanya telah dipikirkan dengan matang,” ujar Kaprodi Agroekoteknologi Unsulbar tersebut.

Sejalan dengan itu, Wakil Dekan Fapertahut Unsulbar, Muhammad Arafat Abdullah, SSi MSi mengatakan, lewat program ini para mahasiswa diharapkan bisa memperoleh ilmu dan pengalaman yang mungkin belum mereka dapatkan dari perkuliahan di kelas.

“Harapannya, mereka bisa meningkatkan kapasitas sebagai mahasiswa, bisa belajar bagaimana dunia bekerja, bagaimana membangun jaringan dan juga cara bersosialisasi dalam lingkup tempat prakteknya,” tuturnya saat dalam wawancara bersama Unsulbar News.

Paket Selama 40 Hari

Paket atau Praktik Kerja Terpadu Prodi Agroekoteknologi Unsulbar merupakan salah satu mata kuliah berbasis praktik yang diperuntukkan bagi mahasiswa semester tujuh ke atas dengan nilai empat satuan kredit semester (SKS).

Di beberapa jurusan, Paket ini sama halnya dengan KPI (Kerja Praktik Industri). Jadi, yang dapat memprogram mata kuliah ini harus memenuhi persyaratan semester terlebih dahulu.

Berhubung prodi Agroekoteknologi merupakan jurusan yang masih terbilang baru di Unsulbar, dengan mahasiswa tahun 2020 sebagai angkatan pertama, Paket ini pun baru akan mencetak angkatan pertama ditahun 2023 ini.

Diketahui puluhan mahahasiswa Agroekoteknologi Unsulbar, akan melaksanakan Paket ini selama 40 hari kerja.

Adapun lokasi pelaksanaan Paket sebagaimana hasil rapat pihak prodi terdiri dari sembilan instansi, baik dari pihak pemerintah, swasta, maupun NGO (Non-Govermental Organization) atau yang biasa disebut LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

Sembilan instansi tersebut beserta kategori lokasinya yaitu UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulawesi Barat – Lahan Sawah (Pemerintah), UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulawesi Barat – Lahan Kering (Pemerintah), dan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kecamatan Pamboang (Pemerintah).

Lalu ada P4S Semangat/Food Estate Majene (NGO), Kelompok Tani Bunga Tanjung Majene (NGO), PT. Untuk Indonesia Hijau (Swasta), P4S Cahaya Duta Palili (NGO), Kelompok Tani Randang Balisa Kabupaten Majene (NGO), serta Gapoktan Semangat Baru (NGO).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok