Peserta SBMPTN Terlambat, Ini yang Dilakukan Pengawas

Gambar: Suasana ujian SBMPTN di salah satu lokasi ujian SUB-PANLOK Majene.

Jurnalis: Masdin
Editor: Mardiwansyah

Unsulbar News, Majene. Ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018 dilaksanakan pagi tadi, Selasa (08/05) di seluruh wilayah Indonesia. Sub-Panlok (Panitia lokal) Majene misalnya yang tergabung dalam Panlok 82 Makassar ini sendiri menyelenggarakan ujian di beberapa titik yang tersebar di Majene.

Jurnalis Unsulbar News melakukan pemantauan di tiga titik, yaitu di SMP Negeri 2 Majene, SMP Negeri 3 Majene, dan SMK Negeri 2 Majene. Titik pertama dengan total peserta terdaftar sebanyak 260 (ujian Saintek) dari 13 ruangan yang ada, sedangkan titik ke dua sebanyak 220 peserta (ujian Saintek) dari 11 ruangan, dan di titik ke tiga dengan 240 peserta dari 12 ruangan yang digunakan (ujian campuran).

Dari hasil pantauan, ditemukan beberapa peserta yang terlambat dan tidak mempersiapkan peralatan yang diperlukan, seperti alat tulis menulis, serta kartu ujian SBMPTN. Di SMK Negeri 3 Majene misalnya, tiga peserta tidak membawa kartu ujian SBMPTN, sehingga mereka sempat tertahan namun diberikan kesempatan untuk melengkapi berkas tersebut hingga akhirnya diizinkan memasuki ruangan ujian

Muh Amin S Pd, pengawas ruangan sekaligus sebagai kepala sekolah SMP Negeri 3 Majene mengatakan meskipun terdapat beberapa peserta yang terlambat dikarenakan tidak mengetahui lokasi ujian akibat tidak melakukan pengecekan sehari sebelumnya namun, para peserta yang terlambat masih diberikan kesempatan untuk masuk karena masih dalam tahap pengisian biodata peserta.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok