
Jurnalis: Jumadi Abdi, Jurlian
Unsulbar News, Majene – Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar kegiatan Pembekalan Mahasiswa Praktek Kerja Lapang Agribisnis (PKLA) tahun akademik 2025/2026 di Gedung Teater Unsulbar, Kamis (04/09/25).
Kegiatan ini diikuti oleh 181 mahasiswa dan dibuka langsung oleh Wakil Dekan II Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Nurlela, S Pi, M Si.
Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pembekalan ini bertujuan memberikan pengetahuan, arahan, dan pemahaman kepada mahasiswa sebelum melaksanakan praktek kerja lapang.
“Saya harap melalui pembekalan ini, kalian mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah,” ujarnya.
Materi pembekalan disampaikan oleh Wakil Dekan III, Daud Irundu S Hut, M Hut yang menekankan pentingnya etika dalam kehidupan mahasiswa.
Beberapa poin yang disampaikan meliputi: etika pergaulan, etika komunikasi, etika berpenampilan, etika berorganisasi, serta etika terhadap lingkungan.
PKLA menjadi salah satu program akademik penting dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, terutama dalam memahami kondisi nyata di lapangan.
Lokasi PKLA
Pada tahun 2025, mahasiswa PKLA akan ditempatkan di berbagai instansi strategis yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Majene, Polewali Mandar, dan Mamuju. Beberapa instansi tujuan di antaranya:
- Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Majene
- Rumah BUMN Majene
- PT. Duta karya Aren
- PT. Paindo Bumi Harapan
- CV. Putra Mataram (Mandar Cocoa)
- Agro Techno Park Polewali Mandar
- CV. Uwai Limbong (Kopi Kurrak)
- P4S Cahaya Duta Palili
- Dinas Pertanian dan Pangan Polewali Mandar
- Bulog Polewali Mandar
- Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Mamuju
- Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Sulbar
- Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulbar
Tantangan Pelaksanaan
Ketua panitia pelaksana, Herdi Appas, S Pi, M Sc, mengakui adanya tantangan dalam penempatan mahasiswa PKLA tahun ini.
“Tahun ini jumlah mahasiswa lebih banyak dari tahun sebelumnya, sementara jumlah instansi juga terbatas. Jadi, kami harus pintar mengalokasikan mahasiswa di setiap instansi,” jelasnya.
Meski begitu, ia tetap optimis bahwa kegiatan PKLA akan berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi mahasiswa.
“Semoga PKLA ini berjalan lancar, dan mahasiswa pulang dengan membawa pengalaman, pengetahuan, serta relasi baru,” tambahnya.
Dengan tersebarnya mahasiswa di berbagai instansi, PKLA diharapkan dapat memperluas wawasan, memperkuat jaringan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan agribisnis di Sulawesi Barat.
Editor: Nurul Inzana Filail

