
Jurnalis : Siti Nanda Cahya Al Qadri
Unsulbar News, Majene – Prof Dr Ir Sitti Nurani Sirajuddin S Pt M Si IPU ASEAN Eng telah terpilih menjadi Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Universitas Sulawesi Barat setelah melalui proses pemilihan yang terbagi dalam beberapa tahapan.
Sebelum ditetapkan sebagai dekan, Prof Sitti Nurani memaparkan visi misinya dan program kerja dalam Rapat Senat Terbuka Pemaparan Visi Misi dan Program Kerja Bakal Calon Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang terselenggara di Gedung kembar Ruang Teater, Rabu (10/1/2024).
Dalam pemaparan visi misi, salah satu isi dari pemaparannya adalah akan merintis kerja sama tingkat lokal, nasional dan internasional dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Sebagai langkah awal, Prof Sitti Nurani akan melakukan koordinasi untuk mengetahui kondisi di Fapetkan.
Terkait kerja sama, calon dekan tersebut juga telah merencanakan untuk melakukan seminar nasional dengan membuat Memorandum of Understanding (MOU). Serta merencanakan akan menghadirkan pembicara dan Universitas lain.
“Jadi saya sudah rencana kalau bisa kita seminar nasional, tapi itu tadi harus bikin MoU dulu, supaya nanti pembicara itu dari hasil kerja sama, jadi bukan pembicaranya dari USB (Unsulbar) saja, tapi hasil dari MoU kerja sama dengan universitas lain sebagai nilai tambah Unsulbar,” ujar Prof Sitti Nurani.
Sebagai Calon Tunggal ditahap Akhir
Ketua Senat Fapetkan Dr Tenriware S Pi M Si Penetapan Dekan Fapetkan Calon tunggal ditetapkan secara langsung, dengan tidak melakukan pemungutan suara tetapi melalui proses kesepakatan bersama.
“Penetapan calon tunggal ini dilakukan tanpa pemungutan suara, kita kesepakatan bersama untuk dekan periode 2024-2028, “ ujar Tenriware pada Unsulbar News.
Diketahui bahwa proses pemilihan Calon Dekan tersebut terbagi atas empat tahapan, yaitu tahap penjaringan, penyaringan, pemilihan, dan penetapan.
Sebelumnya, terdapat tiga pendaftar dalam pencalonan dekan tersebut. Dua pendaftar lainnya tidak berhasil sampai tahap akhir.
Editor: Ade Irma Sari

