
Jurnalis: Amalia Dewi
Unsulbar News, Majene – Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Prof Muhammad Abdy M Si Ph D, hadiri pembukaan Lomba Cerdas Cermat tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat tahun 2023, Sabtu (25/11).
Dalam kegiatan tersebut Prof Abdy menyampaikan sambutan, sekaligus membuka secara resmi.
Dalam kesempatannya menjelaskan bahwa pengadaan lomba yang merupakan ajang antar siswa dan siswi, guna mengaktualisasikan kemampuan di bidang yang mereka kuasai.
“Kegiatan lomba itu merupakan ajang untuk sisa siswi kita untuk mengaktualisasikan kemampuannya di bidang tertentu,” ucapnya dalam sambutan.
Lebih lanjutnya ia jelaskan bahwa salah satu tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pemikiran kritis siswa.
Baca juga: Lomba Cerdas Cermat 2023 Tingkat SMA, Jadi Ajang Promosi Kampus ke Siswa
“Jadi lomba ini tujuannya diadakan untuk membangun pemikiran kritis dan berfikir cepat siswa,” sambungnya.
Juara Pertama Bebas Tes di semua Prodi Unsulbar
Masih sesi sambutan, Prof Abdy juga menyinggung mengenai Juara satu lomba cerdas cermat. Dimana tim yang mendapat juara satu akan bebas tes saat masuk ke Unsulbar dan hanya membayar uang kuliah tunggal (UKT) sebanyak 50 persen.
“Panitia tolong catat yah, saya janji bahwa juara satu dalam lomba ini kita bebas tes kan masuk di Unsulbar ini, dan kita juga kasih diskon 50 persen UKT di 27 prodi,” tuturnya masih dalam sambutan.
Secara terpisah ditemui unsulbarnews.com setelah pembukaan acara kegiatan, Rektor Kampus Marun ini mengonfirmasi bahwa kalimat dalam sambutan tersebut merupakan ajang sosialisasi bagi siswa.
“Inikan mereka siswa siswi terbaik dari sekolahnya, yah kami harap mereka dapat tertarik untuk masuk di Unsulbar,” ujarnya saat diwawancarai. (25/11)
Potongan UKT bagi Juara Sebagai bentuk Apresiasi Universitas
Lebih lanjut pria tanpa kacamata ini katakan bahwa memang benar akan ada pembebasan tes dan pembayaran UKT hanya 50 persen.
“Iya, InsyaAllah karena yang juara satunya itu pasti orang hebat dan tidak perlu di tes masuk, karena di tes saja mereka lulus dalam hal ini mendapat juara lomba dan mereka juga kita apresiasi dengan hanya membayar UKT 50 persen toh,” ucapnya kepada unsulbarnews.com.
Ia juga menambahkan bahwa UKT 50 persen merupakan pembebasan hingga semester akhir.
“Ya sampai selesai, sampai mereka selesai kuliah 50 persen saja mereka bayar,” tambahnya.
Masih dalam wawancara ia menjelaskan sebagai akademisi, universitas berhak beri dorongan kepada siswa terhadap pendidikan khususnya di Sulawesi Barat (Sulbar).
“Kitakan ini dari dunia pendidikan, jadi kita mempunyai tanggungjawab untuk memajukan pendidikan khususnya di Sulbar,” kata Prof Abdy.
Ia juga sampaikan harapan terhadap siswa ikut dalam lomba cerdas cermat tersebut.
“Kita berharap pengalaman dan pengetahuan mereka lebih bertambah lagi,” pungkasnya.

