Resensi Buku : A Long Way Gone; Perang Di Mata Anak-anak

Gambar : Sampul buku Long Way Gone

Oleh: Yona Vin Ziolina

 

Penulis: Ishamel Beah

Penerbit: Bentang

Penerjemah: Cahya Wiratama

Perancang sampul: Andrea Kusumahadi

Pemeriksa Aksara: Nunung Wiyati

Penata Aksara: gores_pena

Tahun terbit: 2007, New York

Cetakan pertama : 1 Februari 2008

Tahun 1991-2002 adalah tahun yang paling mengerikan bagi Sierra Leone, sebuah daerah kaya di kawasan Afrika. Daerah ini menjadi saksi kelam dari peristiwa perang saudara antara pemberontak dan tentara pemerintah saat itu.

Dari sekian banyaknya tentara yang terlibat, sebagian personelnya melibatkan anak-anak. Salah satu anak tersebut ialah Ishamel Beah. Ishamel awalnya hanya seorang anak yang seperti pada umumnya, bermain bersama kakaknya Junior dan teman sebayanya, mendengarkan musik Rap, maupun mencoba menciptakan pertunjukan bakat.

Hingga suatu hari, ketika ia mengunjungi Mattru Jong tempatnya melakukan pertunjukan bakat, para pemberontak yang menyebut diri mereka Revolutionary United Front (RUF) menyerbu kota tersebut. Mereka merusak, menyiksa, atau membantai apapun yang dapat mereka temui. Keadaan tersebut memaksa Ishamel, kakaknya Junior, serta beberapa temannya terpisah dari keluarga mereka untuk menyelamatkan diri sejauh mungkin dari pemberontakan RUF.

Hingga pada suatu titik keadaan, mereka hanya mempunyai dua pilihan bergabung menjadi tentara di salah satu pihak, atau mati. Ishamel dan beberapa anak lainnya kemudian diajar untuk menjadi tentara perang dan mesin pembunuh. Dengan alasan balas dendam, otak mereka dicuci menjadi anak-anak yang memerlukan senjata dan kokain setiap saat. Hal tersebut terus berlangsung sampai badan UNICEF menemukan mereka dan mencoba memperbaiki kehidupan kanak-kanak mereka seperti semula.

Memorial tersebut mengajak kita larut dalam dilema mengerikan serta putus asa yang harus dihadapi anak-anak, mengamati perang dari sudut pandang anak-anak, serta memaksa kita untuk melihat fakta

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok