Sosok Naldi, Mahasiswa Unsulbar yang Tembus Dangdut Academy 7

Naldi, Mahasiswa Unsulbar Tembus Dangdut Academy 7. Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Ihsan Badrah

Unsulbar News, Majene – Naldi, mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), sukses mencuri perhatian publik usai lolos dalam ajang pencarian bakat Dangdut Academy 7 (DA7) yang ditayangkan Indosiar pada Kamis (11/6/2025).

Pada babak audisi, Naldi memukau para juri lewat penampilannya membawakan lagu “Pelaminan Kelabu” dan “Pangeran Dangdut”. Suaranya yang jernih, teknik vokal matang, serta artikulasi yang jelas membuatnya diganjar tiga suara “Yes” dari dewan juri dan dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya.

Di balik pencapaiannya, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Naldi, pemuda asal Tippulu, Kecamatan Tammerodo, Sulawesi Barat, tumbuh dalam keluarga sederhana. Rumah kayu berdinding papan dan beratap seng yang sering kebanjiran menjadi saksi bisu kegigihannya. Untuk melanjutkan kuliah, ia mengandalkan beasiswa dan pendapatan dari menyanyi di berbagai panggung.

“Saya pernah berjanji kepada almarhumah nenek untuk tampil di televisi. Alhamdulillah, hari ini janji itu saya tepati,” ungkap Naldi usai audisi dengan mata berkaca-kaca.

Perjalanan Naldi menuju panggung DA7 bukan kali pertama. Ia telah mencoba peruntungan sejak musim pertama DA, termasuk melalui ajang LIDA dan DA6. Namun baru pada musim ketujuh inilah ia berhasil menembus layar kaca nasional. Menariknya, ia mewakili Provinsi Kalimantan Timur.

“Dulu saya selalu ikut mewakili Majene, tapi sayangnya tidak dianggap. Pemerintah ragu saya bisa bersaing. Justru saya akhirnya didukung oleh Kalimantan karena memang saya juga 50 persen berdarah Kalimantan,” tegasnya.

Pihak kampus, termasuk Rektor Unsulbar dan jajaran sivitas akademika, menyampaikan apresiasi atas prestasi Naldi. Mereka menganggap keberhasilan tersebut tak hanya membanggakan pribadi Naldi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya di tengah keterbatasan.

“Tanggapan dari dosen dan teman-teman sangat positif. Mereka mendukung mimpiku, dengan catatan kalau kompetisi selesai, aku harus kembali kuliah dan menyelesaikan studi,” ujarnya.

Namun di balik keberhasilannya, Naldi tak luput dari tantangan. Ia sempat menerima komentar negatif dan diragukan oleh sebagian warganet.

“Tantangan terbesarku adalah menghadapi komentar dan ketikan orang-orang yang meragukan prosesku. Tapi alhamdulillah, aku bisa membayar itu semua dengan pencapaian ini,” tuturnya dengan yakin.

Kini, mahasiswa kelahiran 2004 ini menjadi contoh nyata bahwa mimpi bisa dicapai meski berasal dari latar belakang yang sederhana. Ia membuktikan bahwa dunia akademik dan bakat seni bisa berjalan seiring, dan bahwa semangat pantang menyerah adalah kunci menembus batas.

Editor: Nurul Inzana Filail

Nurul Inzana Filail

Just call me Iyun. Meet me on Instagram @iyunniee_

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok