
Jurnalis: Nurzahira
Unsulbar News, Majene – Salah satu momen membanggakan dalam prosesi Wisuda Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) periode 2024/2025 datang dari Nur Halisah, S Kom, mahasiswi Program Studi Informatika, Fakultas Teknik. Mewakili wisudawan berprestasi Unsulbar, mahasiswi sapaan akrab Lisa ini dipercayakan untuk memberi sambutan kepada segenap hadirin yang ada, Sabtu (14/06/2025).
Diketahui, Lisa meraih gelar sarjana tanpa menyusun skripsi berkat prestasi gemilangnya di ajang nasional.
Seperti diberitakan Unsulbar News beberapa waktu yang lalu, ia dan timnya mendapat penghargaan The Most Inspiring Team dalam kompetisi Gemastik, sebuah lomba tingkat nasional di bidang teknologi informasi.
Prestasi tersebut kemudian ia konversi menjadi pengganti tugas akhir (skripsi), sesuai dengan kebijakan fakultas yang memberi ruang apresiasi terhadap pencapaian akademik mahasiswanya di tingkat nasional.
Baca juga: Sempat Down, Tim Unsulbar Raih ‘The Most Inspiring Team’ Gemastik 2024
Dalam sambutannya, Lisa mengucapkan banyak terima kasih untuk semua orang yang terlibat dalam proses perjalanan hidupnya di kampus merah marun, mulai dari orang tua, dosen pembimbing, hingga komunitasnya, Informatics Study Club (ISC) tempat ia banyak belajar dan berhasil mencetak prestasi.
Namun, meski berhasil menorehkan prestasi Lisa mengaku tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama dalam administrasi dan pencairan dana saat mengikuti lomba.
Proses administrasi kampus, kata dia masih terbilang cukup rumit, utamanya dalam hal pencairan dana yang agak lama ketika mereka hendak menuju babak final.
“Waktu pendaftaran final, pencairan dananya juga agak lama,” ungkapnya.
Di sisi lain, mahasiswi angkatan 2021 itu juga sempat merasa minder karena harus bersaing dengan universitas besar lainnya.
“Pada saat lomba juga kendalanya ini: insecure dengan universitas-universitas lain. Kayak, apa sih kita Unsulbar yang universitas kecil? Begitu,” tuturnya menambahkan.
Namun, di balik itu semua semangat untuk membanggakan kedua orang tua menjadi dorongan utama Lisa untuk terus belajar. Sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar—Kuliah (KIP—K), ia merasa terpacu untuk menyelesaikan studi tepat waktu.
Di akhir wawancara, tak lupa juga dirinya memberi pesan dan motivasi kepada mahasiswa lain khususnya untuk adik tingkatnya agar terus semangat berjuang hingga mampu meraih prestasi yang lebih besar.
“Jangan merasa rendah diri karena berasal dari kampus kecil. Yakinlah pada diri sendiri. Kita juga bisa berprestasi,” tuturnya penuh semangat.
Prestasi Lisa menjadi bukti bahwa mahasiswa dari perguruan tinggi di daerah pun mampu bersaing di kancah nasional. Ia berharap kisahnya dapat menginspirasi mahasiswa Unsulbar lainnya untuk terus berjuang, optimis, dan tidak ragu mengembangkan potensi diri baik di dalam maupun di luar kampus.
Editor: Marselino Geradus

