
Jurnalis: Siti Nanda Cahya Al Qadri
Unsulbar News, Majene – Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Prof Dr Muhammad Abdy, SSi, MSi angkat suara perihal fasilitas kampus yang kurang memadai.
Dari hasil wawancara bersama Unsulbar News, rektor Unsulbar menyoroti satu persatu fasilitas kampus yang dikeluhkan oleh mahasiswa dan para dosen.
Terkhusus pendingin ruangan, Prof Abdy mengungkapkan bahwa rusaknya AC disebabkan oleh beberapa faktor, namun pihak kampus akan tetap memperbaikinya agar berfungsi sebagaimana semestinya.
“Itu AC rusak disebabkan oleh beberapa faktor, seperti AC yang tidak pernah dimatikan saat selesai digunakan, ruangan setelah digunakan pintu dibiarkan tetap terbuka sementara AC nyala, tapi kami tidak akan pernah diam, kami akan perbaiki dan bertahap untuk perbaikannya,” ucap Prof Abdy, Kamis (21/11/2024).
Tak lupa juga Rektor menyoroti mengenai toilet (WC) yang kurang berfungsi.
Ia menceritakan bahwa sebelumnya WC berfungsi dengan baik, namun pada saat perkuliahan dimulai WC mulai ada kerusakan dan tidak berfungsi.
Baca juga: Dari AC hingga Toilet, Mahasiswa dan Dosen Keluhkan Fasilitas Kampus yang Tak Terawat
“Kami pernah perbaiki WC itu saat libur, kami datangkan langsung ahlinya untuk perbaiki WC. Saat WC dikorek dari bawah ternyata banyak sekali sampah yang dibuang ke dalam kloset yang menyebabkan kloset buntu,” tuturnya.
Prof Abdy beranggapan hal ini selalu terjadi dan terus berulang, hingga ia berharap adanya kerja sama dari mahasiswa setidaknya agar tidak membuang sampah ke dalam kloset.
“Kan tiap libur mahasiswa, kita (pihak kampus) itu selalu perbaiki fasilitas-fasilitas yang kurang memadai atau bahkan tidak berfungsi sama sekali, tapi pas perkuliahan dimulai eh rusak lagi, jadi saya mohon untuk seluruh mahasiswa untuk kerja samanya dalam menjaga fasilitas kampus, saya mohon,” harap Rektor dengan sungguh-sungguh.
Tidak hanya itu, terkait sampah yang selalu berserakan di ruang kelas dan di sekitar pelataran gedung kembar, pihak kampus akan berupaya agar kebersihan kampus tetap terjaga.
Mereka tidak akan pernah diam atas kerusakan yang terjadi di gedung kembar, akan selalu ada perbaikan dan evaluasi.
Perbaikan fasilitas kampus secara berkala dan bertahap akan terus dilakukan oleh pihak kampus, dengan harapan adanya peran serta mahasiswa dan kesadaran mahasiswa bersama-sama untuk menjaga fasilitas kampus demi dan kenyamanan semua pihak selama proses perkuliahan.
Editor: Marselino Geradus

