Teknologi dan Pengaruhnya Terhadap Minat Baca

Oleh: Kamariah
Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat, Prodi Akuntansi 2016

Sebagai seorang remaja, kita perlu meningkatkan yang namanya membaca. Selain itu yang tak kalah penting adalah skill kita dalam membaca, karena zaman sekarang, remaja maupun dewasa ingin memperoleh sesuatu secara instan. 

Namun hal tersebut justru membuat minat baca remaja ini tampaknya semakin menurun karena munculnya jejaring sosial, seperti facebook, instagram, twitter, dan lain-lain. Remaja lebih memilih membuka jejaring tersebut dibandingkan membaca, padahal buku merupakan sarana yang paling penting untuk remaja dengan membaca kita bisa berkreativitas, berimajinasi dan bahkan bisa menjadi penulis yang handal.

Rendahnya minat baca generasi muda, dalam hal ini mahasiswa dapat dilihat juga dari jumlah kunjungan yang ada di perpustakaan kampus maupun daerah, Tak jarang kita temukan sebuah perpustakaan yang banyak pengunjungnya tapi tidak selamanya pengungjung tersebut datang untuk mengerjakan tugas atau baca buku tapi lagi-lagi sebagian remaja berkunjung ke Perpustakaan ada yang sekedar untuk bermain internetan dan selfi ria semata.

Adapun penyebab penulis menyimpulkan rendahnya minat baca bagi remaja terkhusus mahasiswa, terlihat ketika dosen memberikan tugas. Mahasiswa tidak perlu repot – repot membaca buku untuk memperoleh informasi, cukup bermodalkan smartphone dan kouta internet untuk mendapatkan berbagai informasi, selain itu mereka hanya copy paste saja tanpa membaca ulang. 

Memang sih, dengan cara tersebut lebih memudahkan kita sebagai mahasiswa untuk mengerjakan tugas yang diberikan dosen namun dengan cara seperti itu, malah membuat ketergantungan pada internet, kita juga tidak bisa mandiri dalam mengerjakan tugas dan meninggalkan buku sebagai acuan mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan. Jika sudah begini, ujung-ujungnya menjadi mahasiswa yang malas membaca buku dan akan sulit merubah kebiasan tersebut.

Angka membaca tersebut menurun daripada sebelum teknologi samakin canggih dan berkembang, padahal kita ketahui bersama bahwa membaca merupakan hal yang sangat penting, namun lagi-lagi teknologi bak dua sisi uang yang berbeda, dimana kehadirannya menguntungkan namun disatu sisi juga merugikan bagi mereka yang tidak sadar dan bijak dalam penggunaannya.

Menyikapi permasalahan tersebut, saya hanya bisa menyarankan kepada remaja untuk menumbuhkan minat baca dalam diri kita sendiri, walaupun agak sulit bagi kita untuk memulai karena membaca kadang kala mengasyikan dan kadang kala pula membosankan. Tapi perlu kita ketahui, tidak membaca membuat pengetahuan kita menjadi sempit, jadi cintailah membaca karena membaca adalah salah satu upaya untuk bisa sukses kelak, adapun pepatah yang mengatakan bahwa membaca adalah jendela dunia.

Maka dari itu, mulailah membaca dari hal-hal yang kecil dulu seperti koran, majalah setelah terbiasa mulailah membaca bacaan yang lebih berat seperti novel, biografi, dan lain-lain dengan begitu, kita bisa meningkatkan skill membaca dan bisa mencintai kebiasaan membaca

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok