
Foto bersama Tim PKM, dan Masyarakat, Sumber foto: Dokumentasi Pribadi
Jurnalis: Magfirah
Unsulbar News, Majene – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar kegiatan pengabdian bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Malilu Sipakainga. Kegiatan berlangsung di Desa Alu, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Sabtu (08/08/2026).
Kegiatan ini bertema “Penguatan Kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) Malilu Sipakainga Melalui Pengolahan Kemiri Menjadi Minyak Kemiri”. Kegiatan tersebut berfokus pada diversifikasi komoditas kemiri, yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan di Desa Alu.
Melalui penerapan teknologi tepat guna, kemiri yang sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan dalam bentuk mentah diarahkan menjadi produk olahan bernilai tambah.
Tim PKM terdiri atas tiga dosen Fapertahut Unsulbar, yakni Rini Pratiwi, S Hut M Hut sebagai ketua tim, serta Nurul Wirid Annisaa, SP M Si dan Zulkahfi, S Hut M Sc sebagai anggota tim. Tim juga melibatkan sejumlah mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Anggota KTH Malilu Sipakainga sebagai kelompok mitra terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, praktik penggunaan alat, proses pengolahan minyak kemiri, hingga pengemasan produk.
Rangkaian kegiatan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi tepat guna, pengembangan branding dan kemasan, pemasaran digital, serta pendampingan dan evaluasi. Dengan cakupan tersebut, anggota kelompok tidak hanya belajar memproduksi, tetapi juga memahami pentingnya identitas produk, kemasan yang layak, dan strategi pemasaran dalam mengembangkan usaha.
Program ini juga sejalan dengan tiga tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yaitu SDGs 1 (No Poverty), SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDGs 12 (Responsible Consumption and Production).
Seluruh rangkaian kegiatan yang direncanakan, dari sosialisasi hingga pendampingan dan evaluasi, telah terlaksana dengan baik.
Dari kegiatan tersebut, luaran yang dihasilkan mencakup peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KTH dalam mengolah kemiri menjadi minyak kemiri dengan teknologi tepat guna. Kelompok mitra juga memperoleh produk minyak kemiri hasil praktik yang telah dikemas dan dikembangkan identitasnya, serta bekal dasar pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pendampingan dan evaluasi turut menjadi bekal bagi kelompok untuk melanjutkan produksi secara mandiri.
Ketua Tim Rini Pratiwi, S Hut M Hut, menjelaskan tujuan dari kegiatan ini.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota KTH dalam mengolah kemiri menjadi minyak kemiri menggunakan teknologi tepat guna. Kami juga ingin memperkenalkan kemiri sebagai produk bernilai tambah, menghasilkan minyak kemiri yang memiliki identitas dan kemasan yang layak, serta memperkuat kemampuan kelompok dalam mengembangkan usaha berbasis komoditas lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, ia berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi kelompok mitra.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi menjadi langkah awal bagi KTH Malilu Sipakainga untuk mengembangkan usaha minyak kemiri secara mandiri dan berkelanjutan. Ke depan, kelompok diharapkan dapat berproduksi secara rutin, memanfaatkan peralatan yang telah diperkenalkan secara mandiri, memperkuat pencatatan produksi dan keuangan, serta memperluas pemasaran. Dengan begitu, potensi kemiri di Desa Alu bisa terus berkembang menjadi produk bernilai tambah yang menguatkan ekonomi kelompok,” ucap Rini saat diwawancarai Unsulbar News via WhatsApp, Minggu (20/09/2026).
Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa kemiri, yang selama ini banyak dijual dalam bentuk mentah, dapat diolah menjadi produk bernilai tambah melalui teknologi tepat guna. Keterlibatan langsung anggota KTH di setiap tahap serta terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan sesuai rencana menjadi modal penting bagi kelompok untuk mengembangkan usaha minyak kemiri secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus menguatkan ekonomi masyarakat Desa Alu.
Editor: Nurzahira

