
Jurnalis: Amalia Dewi
Unsulbar News, Majene – Tim Program Kreatifitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), Humanist of Kalindaqdaq Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), laksanakan disemasi hasil riset terkait Strategi Trauma Healing Melalui Pappasang Kalindaqdaq Mandar Sebagai Upaya Pemulihan Enonomi pada Wilayah Rawan Gempa di Sulawesi Barat (Sulbar), di ruang Theater, Rabu (11/10/2023).
Tim Humanist of Kalindaqdaq sendiri merupakan kolaborasi antara mahasiswa Fakultas Ekonomi (Fekon) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes). Adapun yang menjadi anggota dalam tim ini terdiri dari lima mahasiswa yaitu Prodi Akuntansi Angkatan 2021 atas nama Putra Safa’at, Anriawan, Asno Y. Tore, Putri Alicia Pratiwi, serta dari Prodi Keperawatan Hermaliya Jumita Sari, Angkatan 2022.
Selama tim PKM-RSH ini melakukan risetnya, mereka didampingi dosen Abdul Galib, SE MSi. Sebagai pendamping ia menyampaikan bahwa dalam riset PKM ini merasa cukup tertantang karena belum cukup pengalaman mengenai hal tersebut.
“Kami sebagai dosen juga cukup tertantang dengan kegiatan ini karena belum cukup pengalaman mengenai hal ini,” ucap Abdul Galib saat sambutan.
Dari komposisi tim serta judul riset yang dilakukan mahasiswa, ini teradi penggabungan antara ilmu kesehatan (kesehatan mental), ilmu ekonomi (pemulihan ekonomi) dan menambah ilmu kebudayaan yaitu budaya Mandar (kalindaqdaq).
Tim Humanist of Kalindaqdaq Launching Buku
Diseminasi hasil riset Tim Humanist Of Kalindaqadaq Unsulbar melakukan peluncuran buku hasil riset terkait Trauma Healing Dengan Kalindaqdaq Mandar. Dilanjutkan dengan pemaparan gagasan oleh anggota tim.
Dalam pemaparan Tim PKM-RSH Unsulbar menjelaskan manfaat dan fungsi dari riset bagi masyarakat dan tim mahasiswa sendiri. Dimana diharapkan dapat memulihkan pereknomian masyarakat melalui pemulihan kesehatan mental dan diharap dapat menambah wawasan juga pengetahuan mengenai penanganan ekonomi dan perilaku social masyarakat.
Lebih lanjut, periset menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan karena Sulbar merupakan salah satu daerah rawan bencana gempa yang dapat menganggu psikologi masyarakat itu sendiri.
“Dalam riset ini kami mengkaji penangani psikis, karena jangan sampai hanya memberi bantuan material tapi lupa akan kesehatan mental (psikologis) korban” pungkasnya.
Dihadiri Rektor Prof Abdy
Rektor Unsulbar Prof Muhammad Abdy hadir langsung dalam disemasi hasil riset tersebut. Pada kesempatannya Prof Abdy menuturkan bahwa Tim Humanist Of Kalindaqadaq merupakan tim pertama melunchingkan buku dari 13 tim PKM Unsulbar yang lolos pendanaan tahun 2023.
“Dari 13 tim ini kali pertama ada ruangan sampai ada bukunya, sangat luar biasa karena kita tahu dananya itu tidak terlalu banyak,” ucapnya penuh bangga.
Prof Abdy berikan apresiasi atas pencapaian mahasiswa serta berharap tahun depan akan lebih banyak lagi PKM Unsulbar yang lolos pendanaan hingga ke Pimnas.
“Sungguh luar biasa mahasiswa dapat melaunching sebuah buku hasil riset dari PKM ini, saya harap tahun depan lebih meningkat lagi tim PKM yang lolos pendanaan kalau perlu 13 yang lolos tahun ini, salah satunya bisa maju ke Pimnas”. Ujarnya
Rektor kampus Maroon ini juga mendukung apabila tim PKM yang lolos akan terbebas dari pembuatan skripsi dan langsung ujian tutup. Namun riset mahasiswa harus mampu menyinkron dengan keilmuan mereka.
Pantauan Unsulbar News, turut hadir dalam kegiatan ini Dekan Fekon Dr Dra Enny Radjab M A B dan Wakil Dekan 1 Fikes Muhammad Irwan Skep Ners M.Kes.

