Unsulbar dan Universitas Negeri Surabaya Teken MoU

WR IV Unesa Prof Azizah dan Rektor Unsulbar Prof Abdy dalam penandatangan MoU, Jumat (23/6/2023)Foto: Unsulbarnews/Gabriel Edo.

Jurnalis: Gabriel Edo, Sadrina

Unsulbar News, Majene — Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Prof Muhammad Abdy MSi PhD melaksanakan penandatanganan MoU dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jumat (23/6/2023) lalu.

Penandatanganan MoU berlangsung di ruang theater Unsulbar, dimana rombongan Unesa dipimpin Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Prof Dr Hj Siti Nur Azizah Ma’ruf Amin SH MHum.

Dalam wawancaranya, Rektor Unsulbar Prof Abdy menuturkan lewat MoU ini akan menjadi awal Unsulbar belajar banyak hal dari Unesa.

“Kita harap bisa belajar dari pengalaman Unesa, mengingat sudah lama berkecimpung di dunia pendidikan dan perguruan tinggi,” ungkapnya kepada Unsulbar News (23/6).

Lebih juah, Prof Abdy mengatakan MoU yang dijalin dengan Unesa masih hal umum. Sehingga akan ada upaya kerja sama lebih lanjut.

“Tapi nanti setiap Fakultas dan Prodi akan ada (kerja sama) yang lebih teknis,” tambahnya.

Secara terpisah, Wakil Rektor IV Unesa Prof Azizah merespon baik upaya kerja sama dengan Unsulbar.

“Akan menguntungkan dua belah pihak, kami bisa mengakselerasi jaringan kerja sama tidak hanya di wilayah barat tapi juga daerah timur termasuk Unsulbar,” ujarnya saat ditemui dalam sela kegiatan.

Dari kerja sama yang akan dibangun, Putri wakil presiden RI Prof Ma’ruf Amin ini berharap Unsulbar bisa belajar banyak dari Unesa.

Dimana Unesa saat ini adalah Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum(PTNBH), sedangkan Unsulbar masih satuan kerja yang mengarah ke Badan Layanan Umum (BLU).

“Kebetulan Unesa sebelum jadi PTNBH adalah BLU Unggul,” bebernya.

Atas hal itulah, Prof Azizah harap Unsulbar bisa lakukan adopsi dan adaptasi dari pengalaman dan cerita sukses Unesa.

Prof Azizah Hadir Berikan Kuliah Umum di Unsulbar

Selain penandatanganan Mou, Putri Wakil Presiden Republik Indonesia Prof Dr K H Ma’ruf Amin ini memberikan kuliah umum tentang ‘Legalitas dan Infrastruktur Sertifikasi Produk Halal Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat’.

Menurut Prof Azizah, konsep sertifikasi halal berawal dari tuntutan syariah dengan tujuan untuk kemaslahatan kehidupan manusia dan lingkungan.

Namun di masa sekarang, kebutuhan produk halal sudah jadi gaya hidup. Sehingga dengan adanya peluang pasar halal saat ini perlu dimanfaatkan.

“Sertifikasi halal ini sekarang tidak hanya berbicara soal makanan dan minuman, tapi juga berbicara soal kosmetik hingga fashion,” ujarnya.

Dalam satu bagian, Prof Azizah menyampaikan bahwa Sulawesi Barat memiliki potensi untuk industri halal dilihat dari sumber daya dan mayoritas muslim. Sehingga nantinya bisa menjadi destinasi halal yang menarik dengan keunggulan wilayah yang dimiliki.

Di akhir materi, ia berharap Sulawesi Barat sudah mulai siap terhadap industri halal, dan berharap agar industri halal tersebut mendapat dukungan dari semua pihak untuk menumbuhkan kesadaran para pelaku usaha untuk betul-betul memperhatikan sertifikasi dalam produk halal sehingga terjamin ke halalan produk yang di butuhkan oleh masyarat.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok