Unsulbar Gelar Gladi Bersih Wisuda 501 Calon Lulusan, Cetak Sejarah Lulusan S2 Pertama

Suasana gladi bersih persiapan wisuda, yang dilaksanakan di gedung quditorium mini Unsulbar/Foto: Unsulbar News

Jurnalis: Yultiani Neti, Jayading A

Unsulbar News, Majene – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar gladi bersih wisuda yang diikuti oleh 501 calon wisudawan pada Jumat (31/07/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA ini diwajibkan bagi seluruh peserta demi memastikan kelancaran dan kekhidmatan prosesi puncak wisuda yang akan dihelat pada Sabtu (01/08/2026).

Koordinator Divisi Acara Wisuda Unsulbar, Weny Anggraini Adhisty, S Kep, Nsm Kep, Dosen Keperawatan Unsulbar, menegaskan bahwa kehadiran dalam gladi bersih sangat krusial. Hal ini bertujuan untuk menyelaraskan ritme acara, terutama pada sesi yang melibatkan wisudawan secara langsung.

“Tujuan utama dilaksanakan gladi wisuda tentu saja supaya pada hari pelaksanaannya nanti, acara berjalan tertib dan khidmat. Kita berupaya meminimalisir kesalahan. Mahasiswa wajib ikut agar tidak bingung, terutama saat prosesi pengukuhan dan pembacaan janji wisudawan,” tuturnya.

Pada periode wisuda kali ini, Unsulbar akan meluluskan total 501 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 500 mahasiswa program sarjana dan profesi, serta mencetak sejarah dengan meluluskan satu orang mahasiswa program Magister (S2) Manajemen dari Fakultas Ekonomi.

Perketat Aturan, Larang Selebrasi Berlebihan

Dalam pelaksanaannya, panitia yang diketuai oleh Arafa ini menerapkan aturan ketat bagi para calon wisudawan. Weni menjelaskan, pihak kampus melarang keras wisudawan membawa umbul-umbul maupun melakukan pose selebrasi yang berlebihan di atas panggung senat.

“Di universitas lain mungkin tren pose saat wisuda sedang berkembang, namun kita di Unsulbar, yang berada di Tanah Mandar, masih memegang teguh nilai budaya. Hal seperti itu masih memicu pro dan kontra, sehingga untuk kali ini kami tiadakan. Jika ada yang membawa umbul-umbul, sudah kami peringatkan sejak awal untuk tidak membawanya,” ucapnya saat diwawancara Jurnalis Unsulbar News (31/07).

Selain larangan selebrasi, kedisiplinan waktu juga menjadi sorotan utama. Weni mengimbau peserta untuk sarapan terlebih dahulu dan datang lebih awal sebelum prosesi senat ditutup pada pukul 12.30 WITA. Peserta yang datang terlambat berisiko tidak diizinkan masuk ke ruang prosesi.

Lebih lanjutnya, Weni memberikan pesan menyentuh kepada para calon wisudawan yang akan segera memasuki dunia kerja.

“This is not the end of your life. Ini baru permulaan, selamat datang di the real life. Temukan faktor X di dalam dirimu sehingga kamu berbeda dari lulusan lain dan pantas diterima bekerja. Silakan berdampak untuk masyarakat,” tuturnya.

Terkait kesiapan acara, Weni menyebut persiapan gladi hari ini baru mencapai 60 persen karena beberapa komponen seperti pelatih paduan suara dan tim penyiaran TVRI masih dalam perjalanan. Namun, ia optimistis acara akan berjalan lancar dengan kolaborasi bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Pandara dan panitia yang telah berpengalaman.

Editor: Nurzahira

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok