Dosen Australia Sambangi Unsulbar, WR II Ingin Kerja Sama

Gambar: Dr Darfiana Noor saat membawakan materi di Tasha Center.

Penulis : Nurunnisaa Alimah A, Sinta Syamsuddin
Editor: Masdin

Unsulbar News, Majene. Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) gelar Temu Ilmiah, membahas mengenai peningkatkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi era persaingan global dengan menghadirkan Dr Darfiana Noor sebagai pemateri di gedung Tasha Center, Selasa 29 Januari 2019.

Ia merupakan dosen Ilmu Statistik di Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Teknik Flinders University of Australia. Beliau menerima gelar BMath dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Indonesia, MSc (Penelitian) dari University of Western Australia dan gelar P hD dalam Statistik dari Curtin University of Technology Australia dan juga beliau merupakan Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Hadir pula bersama dengan beliau, Prof Dr Alfian Noor, M Sc yang merupakan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhas periode 2005-2009 yang juga merupakan kakak kandung dari Darfiana sendiri.

Kepada Unsulbar News, dosen Australia berdarah Mandar tersebut mengungkapkan alasan beliau hadir dalam kegiatan ini, “Saya ada cuti tahunan di bulan Januari dan kami kebetulan ada reuni keluarga. Kakak saya Alfian mengajak saya berkunjung ke Universitas Sulawesi Barat, hanya sekedar sharing experience selama saya menjadi dosen,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan.

Saat ditanyai bagaimana pendapat beliau tentang budaya Mandar di era moderen, ia mengatakan bahwa tidak bisa dipungkiri teknologi kini berkembang pesat dan merambah pada generasi muda, dalam hal ini generasi muda harus tetap melestarikan budaya daerah selama budaya itu tidak bertentangan dengan agama.

Terselenggaranya kegiatan ini membuat Wakil Rektor (WR) II Ir H Anwar Sulili, M Si dalam sambutannya sangat bersyukur dan mengharapkan dapat menghasilkan kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi dan dapat memotivasi dosen maupun mahasiswa Unsulbar untuk melanjutkan pendidikan dan penelitian keluar negeri khususnya Australia.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok