
Penulis : Ester Lita Sareong
Unsulbar News, Majene – Perayaan Imlek merupakan salah satu perayaan penting yang dinantikan oleh masyarakat keturunan Tionghoa.
Penantian orang Tinghoa terhadap tahun baru imlek ini ditandai dengan banyaknya ornamen merah pada setiap sudut lingkungan mereka.
Ternyata terdapat beberapa hal yang menjadi faktor penantian mereka akan hari besar ini. Berikut beragam fakta dan makna yang dapat ditemukan dalam perayaan tahun baru imlek pada umumnya:
- Pemberian Angpao
Siapa yang tidak kenal istilah ‘angpao’. Angpao sangat ditunggu-tunggu pada saat Imlek. Hal ini dikarenakan dibalik amplop merah tersebut, berisikan uang. Pemberian angpao dilakukan oleh orang yang sudah menikah kepada orang yang belum menikah. Makna dari angpao sendiri, salah satunya adalah menolak kesialan dan bencana untuk orang yang menerima. - Warna merah dipercaya bisa mengusir Nian
Nian merupakan binatang buas yang dapat menyerang manusia dan anak-anak. Banyak dari masyarakat Tionghoa yang mempercayai jika Nian dapat pergi ketika melihat warna merah. Oleh sebab itu, pada perayaan Imlek, banyak orang Tionghoa yang memakai pakaian berwarna merah. - Gong Xi Fa Chai
Ucapan Gong Xi Fa Chai sangat sering terdengar pada Imlek. Arti dari ucapan ini yaitu mendoakan orang agar mendapatkan rezeki. Menurut mitologi China, Gong Xi Fa Chai yaitu mengalahkan monster Nian dan semua orang mengucapkan ‘Gong Xi’ yang berarti selamat. - Ritual membersihkan rumah
Sebagai perayaan penting bagi orang Tionghoa, sebelum tiba pada hari raya Imlek mereka mulai membersihkan rumah mereka. Makna dari ritual ini yaitu sebagai simbol membuang sial agar hal kebaikan selalu masuk kedalam rumah mereka. Tetapi pada saat hari raya Imlek telah dilaksanakan orang Tionghoa dilarang membersihkan rumah agar keberuntungan dan hal baik tidak tersapu keluar. - Hari libur terpanjang di China
Fakta menarik selanjutnya adalah hari libur yang panjang. Di Negara China sendiri menandakan tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional. Hal ini ditujukan untuk perayaan Imlek selama 15 hari dan menjadi momen terlama untuk libur pada China daratan ini. Di Indonesia pun menandakan tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional. Hanya saja tidak berlangsung lama seperti di Tiongkok.
Itulah beberapa fakta dan makna menarik mengenai Imlek pada umumnya.
Berbeda dengan daerah-daerah yang masih minim masyarakat keturunan Tionghoa. Salah satunya di Sulawesi Barat (Sulbar). Perayaan Imlek di Sulbar sendiri jarang ditemukan perayaan Imlek secara meriah. Bahkan hampir tidak ada. Masyarakat keturunan Tionghoa Sulbar melaksanakannya secara sederhana, yaitu dengan mengucapkan Gong Xi Fa Cai kepada kerabat atau keluarga.
Dikarenakan pula jauh dari kerabat sesama Tionghoa, banyak dari mereka yang mendapatkan transferan angpau secara virtual. Hal tersebut tidak menghilangkan semarak merayakan tahun baru Imlek walaupun jauh dari kerabat sesama keturunan Tionghoa.
Semoga keberhasilan dan rezeki selalu menyertai kita, Gong Xi Fa Chai!

