
Penulis: Muh Ikmal, Rifaldi
Unsulbar News, Majene – Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himahi) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), adakan diskusi publik di Cafe Kedai Tuang, Rabu (8/9/2023) malam.
Diskusi publik tersebut mengusung tema “Konflik Israel-Palestina Dalam Pandangan Dunia Internasional”, dimana menjadi topik hangat dalam dunia internasional saat ini.
Empat pemateri dilibatkan dalam diskusi tersebut, mereka dalah dosen program studi (prodi) Hubungan Internasional (HI) Asma Amin S IP MA dan Rezky Ramadhan Antuli S IP M I Pol, dosen prodi Ilmu Politik A Mappatunru S Pd M KP, serta dosen prodi Ilmu Hukum Muh Chaerul Anwar SH MH.
Salah satu pemateri, Rezky Ramadhan Antuli, dalam pemaparannya mengatakan dalam konflik Palestina-Israel, sebagai mahasiswa HI harus mampu berfikir realistis dan idelistis.
“Berbicara tentang konflik ini, anak HI yang berfikir realistis dan juga idealistis. Ini membuktikan bahwa hubungan internasional itu sifatnya dinamis, tidak ada yang condong dalam satu pemikiran saja,” ucap Rezky.
Baca Juga: Dialog Publik Himahi Hadirkan Walhi & Akademisi Bahas Soal IKN
Selain itu, sebagai agen of change, mahasiswa tak hanya mampu memandang fenomena dalam negeri saja tetapi juga harus mampu memandang fenomena yang terjadi di dunia internasional.
“Tentunya kita ketahui bersama bahwa mahasiswa itu sebagai pembawa perubahan, jadi mereka tidak hanya memandang fenomena dalam konteks nasional, tapi juga secara global,” tutur dosen yang biasa disapa Eky tersebut.
Ia juga mengharapkan kegiatan yang serupa bisa terus dilaksanakan dengan tema yang baru. Sehingga bukan hanya mahasiswa, masyarakat dan lingkungan sekitar bisa mengetahui dunia mengalami perselisihan yang luar biasa.
Secara terpisah salah satu kader Himahi, Farhan mengatakan bahwa kegiatan semacam ini memang sering dilaksanakan, terlebih jika ada isu-isu internasional.
“Kami lembaga Himahi itu memiliki agenda-agenda khusus memang, berbicara tentang isu kontemporer apa saja yang memanas di dunia internasional,” ucapnya via WhatsApp.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa, hal tersebut adalah suatu kewajiban bagi mahasiswa HI, untuk menyampaikan kepada mahasiswa dan masyarakat terkait konflik luar negeri. Seperti pada konflik Palestina dan Israel.
“Kami di sini sebagai masyarakat HI wajib memberi tahu kepada teman-teman semua baik itu mahasiswa maupun masyarakat apa yang sebenarnya terjadi di Palestina dan Israel, juga dalam kacamata HI dalam paradigma HI, dan juga dalam prespektif HI,” tutur mahasiswa angkatan 2021 tersebut.
Adapun dalam diskusi ini dihadiri beberapa dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsulbar dengan latar ilmu yang berbeda, tujuannya agar konflik bisa dibahas dari berbagai sudut pandang.
“Bagaimana kemudian HI memandang isu konflik Palestina-Israel dari sisi diplomasi dari sisi politik regionalnya dan juga hukum internasionalnya yang terjadi di Palestina-Israel,” tambahnya.

