
Sambutan wisudawan lulusan terbaik. Foto: Unsulbar News
Jurnalis: Atian Ramdan
Unsulbar News, Majene – Dea Anggriani, mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), berhasil menyelesaikan masa studinya dalam waktu tiga tahun 10 bulan. Lulusan asal Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara itu juga menorehkan berbagai prestasi akademik maupun nonakademik selama menempuh pendidikan di Unsulbar.(01/08/2026)
Selama kuliah, Dea berhasil meraih sejumlah prestasi, di antaranya menjadi Ketua Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) yang memperoleh pendanaan pada 2023, lolos pendanaan PKM 2024, Juara 2 Lomba Esai Ilmiah Nasional Universitas Negeri Gorontalo, Juara 2 Lomba Esai Ilmiah HIMIKA Unsulbar, Juara 2 Lomba Cipta Puisi BEM Fikes Unsulbar, menjadi relawan KIP Kuliah, serta berpartisipasi dalam Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Nasional di UIN Alauddin Makassar.
Usai menyelesaikan pendidikan sarjana, Dea berencana melanjutkan studi pada Program Profesi Ners sebagai langkah untuk mengembangkan kompetensi di bidang keperawatan.
Dea mengungkapkan bahwa kedua orang tuanya menjadi motivasi terbesar dalam menyelesaikan pendidikan. Selain itu, sosok Nuruzzaman Azali juga menjadi salah satu penyemangatnya selama menjalani perkuliahan.
Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan, Dea menceritakan perjalanan awalnya hingga berkuliah di Unsulbar. Ia mengaku sempat salah memahami pilihan kampus saat mendaftar Seleksi Nasional. Awalnya ia mengira Universitas Sulawesi Barat berada di Sumatera Barat, sehingga sempat merasa kecewa ketika mengetahui harus merantau jauh dari kampung halamannya di Sumatera Utara.
Meski demikian, pengalaman merantau justru menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia mengaku menemukan keluarga baru di Majene melalui dukungan dosen dan teman-temannya hingga akhirnya mampu menyelesaikan studi dengan prestasi membanggakan sebagai lulusan terbaik Fakultas Ilmu Kesehatan.
Dea juga mengungkapkan rasa cintanya kepada Universitas Sulawesi Barat dan Kota Majene yang telah menjadi rumah keduanya. Bahkan, ia bercita-cita kembali mengabdi sebagai dosen di Fakultas Ilmu Kesehatan Unsulbar setelah menyelesaikan pendidikan yang lebih tinggi.
Menutup wawancara, Dea menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang baru diwisuda agar tidak berhenti belajar meski telah menyelesaikan pendidikan sarjana.
“Hari ini adalah hari bahagia kita, tetapi bukan akhir dari proses kita. Tetaplah menjadi orang yang haus akan ilmu, dan semoga ilmu yang kita miliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan diri kita sendiri,” tutup Dea.

