
Jurnalis: Nurunnisaa Alimah A
Editor: Masdin
Unsulbar News, Majene. Festival Teater Mahasiswa Indonesia (FTMI) ke-XV diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni SiBola, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo. Ajang teater mahasiswa tahunan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Oktober sampai 1 November 2019.
Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta dari universitas yang ada di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, termasuk Universitas Sulawesi barat (Unsulbar).
Unsulbar diwakili oleh UKM Seni Pandaraq yang bertolak ke Palopo pada 22 Oktober kemarin. Kepala Biro Unsulbar, Latif Dollah MM saat pelepasan peserta FTMI memberikan dukungan agar Pandaraq menjunjung tinggi sportifitas dan menerima apapun keputusan lomba disamping memberikan penampilan terbaik.
“Sportifitas, supaya kalo tidak menang jangan kecewa. Itu adalah proses pembelajaran. Namun, jika menang itu adalah suatu kesyukuran,” tuturnya.
Beliau juga berpesan untuk selalu menjaga nama baik kampus dimanapun dan kapanpun. “Jagalah nama baik Unsulbar, baik dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta lain,” imbuhnya. (22/10/2019).
Kegiatan yang kali kedua diikuti oleh UKM Seni Pandaraq Unsulbar ini disambut antusias. Dengan mengangkat tema cerita rakyat daerah, Pandaraq berinisiatif mengangkat cerita kerajaan Balanipa dalam pementasan teater kali ini, sesuai keterangan Adnan Kadir sebagai Ketua UKM Pandaraq kepada Unsulbar News berikut.
“Sebenarnya juknis perlombaannya itu memang harus cerita rakyat daerah, sehingga kami berinisiatif mengambil cerita dari kerajaan Balanipa yaitu Daeng Riosoq,” jelasnya.
Teater dengan judul “Bulan Merah Darah” ini diadaptasi dari novel dengan judul Daeng Riosoq “Prahara di Bumi Balanipa” karya Adi Arwan Alimin, yang dinaskahteaterkan oleh Dalif Palipoi. Bercerita tentang seorang lelaki pemberani yang naik tahta sebagai raja atas jasa-jasanya dalam menyelamatkan kerajaan Balanipa yang berada di ambang kehancuran.
Diceritakan bahwa I’Ma’ga Daeng Rioso’ berjanji akan senantiasa menjunjung tinggi adat dan kebiasaan masyarakat Balanipa, “Odi Ada’ Odi Beasa”. Namun, pada akhirnya dikuasai oleh ambisi dalam kekuasaan dan kesewenang-wenangan.
Mahasiswa berkumis tipis ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi antar kampus dan penggiat seni, mengasah kemampuan dan bakat dengan melihat kinerja dari UKM dari universitas lain. Dengan melihat pementasan dari UKM lain, Adnan optimis dan berharap Pandaraq mendapat hasil yang terbaik dan masuk dalam kategori pada saat pengumuman pada malam Sabtu, 1 November 2019.
