
Jurnalis : Citra Indah Pratiwi
Editor : Mardiwansyah
Unsulbar News, Majene. Sebagaimana yang sudah dijadwalkan , aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Perikanan (Himapri) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) meminta dilakukan dialog bersama pemerintah daerah guna membahas permasalahan-permasalahan nelayan di Majene terkait tuntutan mereka pada peringatan hari nelayan, Jumat (6/4).
Dipimpin langsung oleh Andi riqiq ridwan saleh selaku jenderal lapangan dan Rudi Febriansyah selaku koordinator lapangan sekitar pukul 10:00 Wita, massa diterima perwakilan pemda Majene yakni Sekda dan kepala dinas perikanan dan kelautan kab. Majene. Acara dialog berlangsung tertutup selama kurang lebih dua jam.
Ada beberapa tuntutan aksi peringatan hari nelayan oleh Himapri Unsulbar sebagai berikut :
- Menuntut pemerintah Majene untuk mempercepat pembangunan SPBN yang ada dibattayang;
- Konservasi ekosistem laut wajib dilakukan di Majene;
- Menuntut Pemerintah Daerah Kabupaten Majene untuk memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat nelayan seperti pembuatan kartu nelayan, pengurusan surat kapal dan pengawasan fishing grounds
Menanggapi tuntutan tersebut, pihak dinas perikanan dan kelautan Kabupaten Majene mengatakan bahwa sudah beberapa kali mereka ajukan rekomendasi untuk pengadaan stasiun bahan bakar nelayan (SPBN), tetapi terkendala di pertamina karena Stok bahan bakar yang kurang.
“ Kami sangat mengapresiasi aksi mahasiswa perikanan dan isu-isu yang diangkat pada saat diskusi , akan kami ajukan ke pemerintah pusat” ungkap kepala dinas perikanan dan kelautan kab. Majene Drs.Ir.E. Budi Sulistyo,M.Pd.
Usai berdialog, pihak mahasiswa lebih dulu meninggalkan ruangan. Pihaknya mengaku puas dengan hasil yang diperoleh tetapi masih menunggu konfirmasi dari bupati Majene.
“kami berharap tuntutan kami terealisasi dengan baik sesuai tujuan awal kami yakni menyejahterakan nelayan kecil” ungkap ketua Himapri Unsulbar Andi Riqiq Ridwan

