
Jurnalis: Firman
Editor: Masdin
Unsulbar News, Majene. Mengajar adalah salah satu tugas utama dosen namun, apa jadinya jika seorang dosen tiba-tiba menghentikan proses perkuliahan secara terpaksa. Peristiwa ini dialami oleh Jumardi SE., M.Si. dosen Fakultas Ekonomi di Universitas Sulawesi barat (Unsulbar). Hal ini merupakan dampak dari aksi mogok mengajar dan kerja yang dilakukan oleh dosen dan staf Non PNS (Pegawai Negeri Sipil) Unsulbar.
Ditemui jurnalis Unsulbar News, Kamis (13/09) di sekretariat Satuan Pengawasan Internal (SPI) lantai 2 gedung Rektorat Unsulbar. Jumardi SE., M.Si. membenarkan peristiwa tersebut. Dia menjelaskan tiba-tiba ada seorang peserta aksi yang memasuki kelasnya saat proses pembelajaran berlangsung dan memaksa menghentikan proses perkuliahan.
“Semua mahasiswa hentikan perkuliahan, kalo tidak kami buat keributan,” kata Jumardi menirukan oknum yang memasuki kelasnya.
Menurutnya, demi menghindari keributan, Jumardi pun terpaksa menghentikan proses pembelajaran. “Sabar saja, mungkin dalam waktu cepat akan diatasi, tapi untuk hari ini tidak apa-apalah kita keluar saja,” ungkapnya menirukan apa yang ia katakan kepada mahasiswa akuntansi 2016 yang dia ajar saat itu, Rabu (12/09)
Namun ketua Ikatan Lintas Pegawai Perguruan Tinggi Negeri Baru (ILP PTNB) Umar Sahaf membantah kejadian tersebut. Menurutnya mereka hanya mensosialisasikan aksi ini ke ruang kelas dan meminta solidaritas para staf dan dosen yang ada. “Itu tidak benar, yang benar menyampaikan sosialisasi aksi mogok mengajar dan bekerja di ruang kelas dan meminta mereka untuk aksi solidaritas,” tulisnya saat di konfirmasi via WhatsApp, (12/9).

