Berebut Kursi Nahkoda NKRI

Gambar : Ilustrasi ( dok. Unsulbar News)

Oleh : St Mulkia Nasira

Unsulbar News, Majene. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tengah mengalami masa masa peralihan nahkoda. Bulan April adalah bulan yang sangat menentukan bagi 2 pasangan calon (Paslon) yang akan menjadi nahkoda baru Indonesia. Paslon yang satu berasal dari pengusaha dan Paslon yang satu berasal dari militer. Semuanya ingin yang terbaik untuk Indonesia.

Kampanye terus dilakukan, blusukan, terjun langsung ke warga, hingga saling sindir pun menjadi bumbu politik di tahun 2019. Mendengarkan keluh kesah warga Indonesia menjadi hal yang paling di tonjolkan. Apakah semuanya akan terwujud dikala menjadi nahkoda.? Atau hanya sebuah buaian semata.?. Tak sampai di situ, adu gagasan telah dilakukan untuk meyakinkan masyarakat Indonesia akan memilihnya. Satu demi satu masyarakat dibuat bingung bahkan bimbang akan memilih yang nahkoda yang baru. Ada yang telah menetapkan hati dan ada juga yang ragu.

Golongan putih (golput) menjadi pilihan, tidak memihak tetapi menghilangkan satu suara. Setiap masyarakat Indonesia memiliki 1 suara untuk satu nahkoda NKRI. Digunakan atau tidak itu tergantung dari ndividunya. Tapi apakah ini dapat di benarkan.?

17 April menjadi hari yang mendebarkan untuk kedua paslon karena pada hari itulah nasip salah satunya akan berubah. Akankah NKRI tidak berganti nahkoda.? Atau akan memiliki nahkoda baru.? Entahlah masih ada beberapa hari untuk mengetahui nasip setiap nahkoda. Hasil hitung cepat pun menjadi acuan masyarakat Indonesia saat ini. Prediksi demi prediksi pun terlontarkan. Ada yang mati-matian mendukung ada pula yang cuek serta hanya memperhatikan.

Seluruh masyarakat Indonesia di hari rabu dari berbagai golongan, tua, muda, dan semua masyarakat Indonesia di belahan bumi ini ikut memilih nahkoda yang baru. Dilansir dari Kompas, Tercatat beberapa negara dengan warga negara Indonesia menggunakan hak pilihnya serta persentase hasil perhitungan suara setiap nahkoda :

Roma, Italia
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 78,36 persen
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 16,12 persen
Jumlah suara tidak sah tercatat 5,52 persen dari sebanyak 1.123 suara.

Rusia
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 404 suara, terdiri dari 272 suara dari TPSLN dan 132 suara melalui pos, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 149 suara, terdiri dari 91 suara TPSLN dan 58 suara melalui pos

China
Jokowi-Ma’ruf: 5.414 suara
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 1.000 suara

Perolehan suara terbesar Jokowi-Ma’ruf didapat di wilayah PPLN Shanghai dengan 2.167 suara, PPLN Guangzhou (1.789), dan PPLN Beijing (1.458).

Wina
Joko Widodo-Ma’ruf Amin: 528 suara (79,5 persen), Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 128 suara (19,3 persen),Terdapat delapan surat suara (1,2 persen) yang tidak sah. Total 664 surat suara.

Tokyo
Joko Widodo-Maruf Amin: 5.955 suara
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 3.534 suara.

Penghitungan surat suara dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 di Balai Indonesia, Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Meguro, Tokyo. Pemilu Indonesia di Tokyo yang dilaksanakan pada 14 April 2019.

Tak kalah dengan negeri seberang, hasil hitung cepat (quick count) dalam negeri pun saling bertentangan satu sama lain. Saling memenangkan Paslon nahkoda yang mereka dukung. Cibir mencibir pun tak terhelatkan.

Entah apa yang terjadi pada negeri ini.! Serang di media sosial pun menjadi hal yang di wajarkan. Guyonan berbau menyudutkan sering kita jumpai. Dilansir dari beberapa media berikut quick countnya :

Litbang Kompas
Survei Maret 2019

  1. Jokowi-Ma’ruf Amin: 49,2%
  2. Prabowo-Sandiaga: 37,4%
    Rahasia 13,4%

Ekstrapolasi elektabilitas Maret 2019

  1. Jokowi-Ma’ruf: 56,8%
  2. Prabowo-Sandiaga: 43,2%

Hasil Quick Count 

  1. Jokowi-Ma’ruf: 54,44%
  2. Prabowo-Sandiaga: 45,56%
    Data Masuk: 99,75%

Indo Barometer
Survei April 2019

  1. Jokowi-Ma’ruf Amin: 59,9%
  2. Prabowo-Sandiaga: 40,1%

Hasil Quick Count

  1. Jokowi-Ma’ruf: 54,32%
  2. Prabowo-Sandiaga: 45,68%
    Data Masuk: 99,67%

LSI Denny JA
Survei April 2019

  1. Jokowi-Ma’ruf Amin: 55,9-65,8%
  2. Prabowo-Sandiaga: 34,2-44%

Hasil Quick Count

  1. Jokowi-Ma’ruf: 55,79%
  2. Prabowo-Sandiaga: 44,21%
    Data Masuk: 99,8%

Charta Politika
Survei April 2019

  1. Jokowi-Ma’ruf: 55,7%
  2. Prabowo-Sandi: 38,8%
    Tidak tahu/tidak jawab: 5,5%

Hasil Quick Count

Jokowi-Ma’ruf: 54,42%

  1. Prabowo-Sandiaga: 45,58%
  2. Data Terkumpul: 92,5% Suara.

Apakah hasil quick count ini dapat di jadikan acuan.? Atau hanya akan menambah panas suasana.? Atau hanya menjadi bumbu pelengkap pemilihan nahkoda kali ini.? Tak sampai saling menyindir, situs web Komisi Pemilihan Umum (KPU) ingin di serang, mungkin para masyarakat sudah tidak sabar ingin mengetahui hasil sehingga menggunakan cara seperti ini. Sungguh miris dengan keadaan seperti ini.

Seharusnya kita sebagai warga negara menunggu dan tidak melakukan hal yang seperti ini. KPU tidak akan bungkam akan hasil Sah, itu tugas mereka untuk mengumumkan hasilnya.

Politik negeri ini penuh bumbu bahkan drama, akan kah drama ini akan mendarah daging.? Banyak hal perlu di ubah di negeri ini, banyak yang harus di berantas tak hanya tikus berdasi, mungkin topeng politik dan dramanya juga harus di sudahi.

Dua Paslon nahkoda adalah dua Paslon yang ingin merubah Indonesia ke arah yang lebih baik. Kampanye, janji, blusukan dan pengaduan warga adalah mimpi indah bagi masyarakat Indonesia nantinya. Berharap Indonesia lebih baik adalah mimpi kita bersama. Pesta demokrasi akan berakhir, saatnya menunggu hasil penentuan nahkoda yang baru. Tidak ada yang lebih baik dan tidak ada yang lebih buruk. Sudahi sindir menyindir jangan terpecah akan perselisihan.

Saatnya bersatu untuk mendukung program serta mimpi kita di tangan nahkoda yang akan terpilih kelak.

Penulis adalah mahasiswa fakultas peternakan dan perikanan Unsulbar

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok