Mahasiswa Unsulbar Teliti Penerima KIP Kuliah Terkait Internalisasi Nilai Makkuliwa

Tim PKM-RSH Unsulbar saat lakukan riset dengan wawanncara ke salah satu penerima KIP Kuliah/Foto: Dokumentasi Pribadi.

Jurnalis: Ihsan Badrah

Unsulbar News, Majene – Mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yaitu Yudia Fatih Afandi Putri, Puspa Alma, Muhammad Ariyanto Yahya, M Rifqi Auliya, dan Hendri Pradana Mantoya tengah disibukkan dengan penelitian.

Penelitian mereka dengan judul “Internalisasi Nilai Makkuliwa Penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah di Universitas Sulawesi Barat: Persepektif Ekonomi Versus Investasi Pada Orang Tua Mahasiswa”, dapat pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2023.

Dari judul tersebut, tim PKM dengan komposisi mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Teknik ini mengusung riset Sosial Humaniora (RSH) ini didampingi dosen, yaitu Indra Basir SE M AK.

Ketua Tim PKM-RSH Unsulbar, Yudia mengatakan Makkuliwa merupakan tradisi masyarakat Mandar yang dipahami sebagai keseimbangan serta suatu pengharapan untuk mendapatkan rezeki yang stabil.

Berita Terkait: Alhamdulillah! 13 Proposal Mahasiswa Unsulbar Lolos Pendanaan PKM 2023

Makkuliwa ini tradisi suku Mandar yang sudah turun temurun, dan budaya ini juga dimaknai kalimat ‘sama lewa sitottong’ yang artinya keseimbangan,” ungkap mahasiswa angkatan 2021 ini, Selasa (3/10/2023).

Ia menerangkan tim mereka sebelumnya melakukan pendftaran pada Februari lalu dan pada 16 Juni berhasil lolos mendapatkan pendanaan senilai Rp9.800.000. Kini mereka sudah masuk penyusunan laporan akhir untuk Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) di 16-28 Oktober 2023.

Yudia mengatakan luaran dari riset ini adalah artikel ilmiah yang dipublish ke jurnal terindeks Sinta empat yang akan menjadi informasi tambahan bagi peneliti selanjutnya. Serta akan memberikan gambaran mengenai pandangan serta peran orang tua mahasiswa terhadap anaknya yang menerima bantuan beasiswa KIP Kuliah dengan penerapan nilai-nilai budaya makkuliwa terhadap fenomenan tersebut.

Ia bersyukur bisa mengikuti program PKM ini bersama tim, karena mendapatkan pengalaman untuk berproses dalam ajang bergengsi bagi mahasiswa se-Indonesia.

“Alhamdulillah sangat bahagia kak, dari sekian lama kami menunggu informasi pengumuman dan di bulan Juni kemarin kami dinyatakan lolos PKM Pendanaan tidak bisa tergambarkan bahagianya kak, tim kami lolos diajang yang bergengsi seperti PKM,” ucapnya.

Ia berharap penelitian ini akan bermanfaat bagi peneliti selanjutnya dan mendukung efektivitas mahasiswa penerima KIP Kuliah yang ada di Indonesia.

“Kami juga rencana akan menerbitkan sebuah buku bimbingan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah yang dimana kami nantinya akan mengajukan proposal kepada Kemdikbudristek untuk penerbitannya kak.” tutup mahasiswi bercadar itu.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok