
Penulis: Atin Fauziah
Unsulbar News, Majene – Sulawesi Barat, salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan potensi kemaritiman, memiliki wilayah perairan luas sebesar 206.844 hektar. Dengan sebagian besar penduduk pesisirnya berprofesi sebagai nelayan, tidak mengherankan jika ikan menjadi bagian utama dari konsumsi harian masyarakat setempat.
Kemudahan akses terhadap ikan segar dan beragam jenis makanan laut adalah suatu keberuntungan, tetapi apakah konsumsi ikan setiap hari benar-benar aman dan bermanfaat bagi kesehatan dalam jangka panjang?
Nah, untuk mengetahu hal tersebut mari kita mengulas mengenai kandungan gizi pada ikan, manfaat yang diperoleh dari mengonsumsinya, serta potensi risiko yang mungkin timbul jika dikonsumsi berlebihan.
Kandungan Gizi Pada Ikan?
Ikan merupakan sumber gizi yang kaya dan beragam, mengandung protein, asam lemak omega-3, vitamin, serta mineral penting yang sangat dibutuhkan tubuh.
Berdasarkan laman kesehatan verywellfit.com, satu setengah filet ikan salmon seberat 154 gram mengandung sekitar 280 kalori, 39,2 gram protein, dan 12,5 gram lemak, namun hampir tidak memiliki karbohidrat.
Kandungan omega-3 pada ikan seperti salmon, tuna, dan makarel terkenal sangat tinggi dibandingkan sumber protein hewani lainnya, dan sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung serta perkembangan otak, vitamin A dan D yang terkandung dalam ikan berfungsi sebagai antioksidan dan berperan penting dalam menjaga kesehatan mata serta sistem kekebalan tubuh.
Ikan juga mengandung mineral seperti kalsium, fosfor, dan yodium, yang penting bagi kesehatan tulang dan fungsi tiroid.
Manfaat Konsumsi Ikan untuk Kesehatan
- Meningkatkan Kecerdasan Otak
Menurut Prof Dr Ali Khomsan seorang guru besar pangan dan gizi dari Institut Pertanian Bogor, menyampaikan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak yang rutin mengonsumsi ikan terbukti memiliki IQ yang lebih tinggi. Ini disebabkan pada ikan terdapat kandungan asam lemak omega-3 yang berperan dalam perkembangan otak.
Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition juga menunjukkan bahwa konsumsi ikan berkaitan dengan peningkatan fungsi kognitif pada anak-anak dan orang dewasa.
- Mencegah Penyakit Kardiovaskular
Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association, konsumsi ikan secara teratur (setidaknya dua hingga tiga kali per minggu) dapat mengurangi risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke . Hal ini disebabkan oleh omega-3 untuk mengurangi peradangan, menurunkan kadar trigliserida, dan meningkatkan kolesterol baik (HDL).
- Menjaga Kesehatan Mata dan Kulit
Melansir laman alodokter.com, menyebutkan bahwa konsumsi ikan yang kaya vitamin A, seperti ikan nila, dapat mencegah gangguan penglihatan dan penyakit mata seperti degenerasi makula dan rabun senja. Selain itu, kandungan asam lemak ikan mampu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV, memerangi keriput, dan menjaga elastisitas kulit.
- Mendukung Kesehatan Mental
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam journal of Epidemiology & Community Health, menyebutkan bahwa wanita yang mengonsumsi ikan secara rutin memiliki risiko depresi lebih rendah dibandingkan yang tidak. Omega-3 diyakini dapat memengaruhi kadar hormon dopamin, yang berperan penting dalam mengatur suasana hati dan mencegah depresi.
Peringatan Hari Ikan Nasional (Harkanas)
Hari Ikan Nasional (Harkanas) diperingati setiap tahun pada tanggal 21 November. Penetapan hari penting ini dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden No. 3 Tahun 2014 yang ditandatangani pada 24 Januari 2014 yang merupakan upaya pemerintah dalam mengambil langkah yang baik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat konsumsi ikan, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang.
Meskipun demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih selektif dalam memilih jenis ikan yang dikonsumsi serta memperhatikan batasan yang disarankan oleh ahli gizi dan lembaga kesehatan.
Potensi Risiko Konsumsi Ikan Berlebihan
Meskipun ikan adalah sumber protein yang kaya akan nutrisi, konsumsi berlebihan juga memiliki risiko.
Terkait dengan kandungan merkuri pada ikan laut, pakar kesehatan menyebut ikan yang memiliki kadar merkuri tinggi adalah yang berukuran lebih besar. Hal ini berarti, jika kita menemukan ikan laut dengan ukuran lebih kecil, biasanya ikan ini lebih aman untuk dikonsumsi.
Paparan merkuri dalam jumlah tinggi dapat berdampak buruk pada sistem saraf dan perkembangan otak, khususnya pada ibu hamil dan anak-anak. Oleh karena itu, Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan sekitar delapan ons atau 226 gram per minggu, dengan memilih jenis ikan yang rendah merkuri.
Meskipun anjuran untuk membatasi asupan daging ikan ini beralasan, pakar kesehatan Profesor Eric dari Harvard School of Public Health menyebutkan bahwa konsumsi ikan setiap hari sebenarnya tidak apa-apa bagi kesehatan tubuh.
Hanya saja, bagi ibu hamil dan anak-anak, konsumsinya memang sebaiknya dibatasi. Banyak pakar kesehatan yang juga menyetujui pendapat Eric meskipun tetap saja ada sebagian pakar lainnya yang masih mengkhawatirkan kemungkinan bahaya dari paparan merkuri berbahaya.
Nah dengan memanfaatkan potensi sumber daya laut yang melimpah secara baik, khususnya masyarakat Sulawesi Barat dapat terus menikmati manfaat kesehatan dari konsumsi ikan tanpa mengabaikan aspek keamanan dan keberlanjutan.


Ikan adalah sumber protein hewani yang paling baik buat tubuh manusia, kandungan omega 3 dan mineral penting lainnya menjadikan ikan sebagai makanan sehat utama di beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia. informasi yang sangat inspiratif dan edukatif. jempol buat Unsulbar News