English Camp Jadi Proker Akhir Pengurus EDSA

Gambar: penyematan id card secara simbolis oleh ketua umum EDSA pada saat pembukaan English Camp

Junalis : Nurunnisaa Alimah A
Editor : Masdin

Unsulbar News, Majene. Kegiatan English Camp oleh English Department Student Association (EDSA) Unsulbar dilaksanakan pada tanggal 26 sampai 27 Oktober 2019, di Lapangan Copala, Majene.

Kegiatan mengangkat tema “Better English, Brighter Future” diikuti oleh mahasiswa dari Program Studi Bahasa Inggris angkatan 2018 dan 2019 ini dibuka langsung oleh Ketua Umum EDSA dan dihadiri oleh Ketua Himpunan lingkup FKIP Unsulbar, serta disambut baik oleh para dosen prodi Bahasa Inggris.

Pembina EDSA, Rezkiawati Nazaruddin SS M Hum, dalam wawancaranya dengan jurnalis Unsulbar News berpendapat bahwa apa yang EDSA lakukan merupakan kegiatan yang positif.

“Kegiatan English Camp kemarin menurut saya kegiatan yang sangat positif, bahkan perlu dijadikan kegiatan tahunan. Tahun berikutnya diharapkan menjaring peserta lebih banyak lagi, dengan skala yang lebih besar,” tuturnya (28/10/2019).

Dosen cantik ini juga berpesan kepada EDSA untuk giat melakukan kegiatan semacam ini, dimulai dengan kegiatan skala kecil tetapi dengan intensifitas yang lebih tinggi. “Jangan cuma di lingkungan prodi Pendidikan Bahasa Inggris, kalau perlu FKIP sampai universitas,” imbuhnya.

Kegiatan yang merupakan Program kerja (Proker) terakhir pada masa jabatan Erwin sebagai Ketua Umum EDSA tahun 2019 ini terpantau berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala yang berarti.

Lukman Hakim, ketua panitia kepada Unsulbar News mengatakan bahwa kesadaran mereka akan pentingnya menguasai bahasa asing.

“Kami mengangkat tema ‘Better English, Brighter Future’ karna kita sadar betul bahwa bahasa Inggris itu adalah bahasa internasional, dengan menguasai bahasa Inggris tentu saja prospek kerja kedepannya sangat luas bukan hanya sebagai guru Bahasa Inggris tapi menjadi translator dan juga interpreter. Skill seperti ini banyak dibutuhkan dalam banyak bidang pekerjaan,” ucapnya.

Mahasiswa bermata belo ini juga mengungkapkan bahwa kegiatan English Camp dikemas dan ditujukan sebagai wadah refreshing untuk mahasiswa yang menghadirkan materi seperti Motivation, Public Speaking, dan Grammar. Bukan hanya itu, berbagai lomba juga diadakan, seperti Speech untuk meingkatkan kemampuan dalam Public Speaking peserta, Rangking 1 untuk menilai kecepatan tanggap peserta, dan English Traveling untuk menilai kekompakan tim, kreatifitas, dan ketepatan peserta.

Alasan hanya mengambil peserta dari pendidikan bahasa Inggris saja, ia ingin fokus pada peningkatan dari mahasiswa internal sendiri, sesuai dengan tugas EDSA yaitu untuk menghimpun dan meningkatkan kemampuan dari mahasiswa Bahasa Inggris.

“Kita fokus pada internal dulu, Insya Allah dalam kepengurusan selanjutnya kita akan bikin dalam skala lebih besar lagi. Kalau perlu kita adakan se-kota Majene atau se-Sulawesi Barat,” tutupnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok