
Penulis : Ade Irma Sari
Unsulbar News, Majene – Era distrupsi, era dimana pergeseran zaman yang semakin masif mulai dari teknologi, pendidikan hingga lingkungan sosial. Setiap progresitasnya akan menghadirkan dampak positif maupun negatif. Belakangan ini isu sosial semakin marak diperbincangkan, dan yang paling banyak bahas adalah pergaulan bebas.
Dilansir dari kompas TV, 10 Januari 2023, Pengadilan Agama Kabupaten Ponorogo, Jawa timur mencatat 198 permohonan pengajuan dispensasi kawin usia anak sepanjang tahun 2022. Dengan berbagai alasan dan yang paling banyak adalah hamil di luar nikah.
Laporan tersebut kebanyakan berasal dari golongan pelajar tingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal tersebut dipercaya akibat dari pergaulan bebas yang diperoleh dari lingkungan sosialnya yang buruk.
Pergaulan bebas merupakan perilaku setiap orang dalam berinteraksi dengan orang lain atau lingkungannya yang kemudian menyimpang yang melanggar norma sosial dan agama. Pergaulan bebas yang dilakukan akan membawa dampak buruk bagi kehidupan setiap orang dan bahkan orang lain akan terkena dampaknya.
Perilaku ini adalah perilaku yang tidak terpuji, karena itu perlunya kesadaran diri untuk menghindari hal tersebut dan menyampaikan kepada orang lain tentang dampak yang akan ditimbulkan.
Sebagai anak remaja yang sudah beranjak dewasa, seorang mahasiswa sudah tahu dan harus pandai memilih yang baik dan buruk dalam pergaulan. Di lingkungan sekitar sudah banyak anak remaja dan orang dewasa yang terjerumus dalam pergaulan bebas.
Dalam pencegahan atau menghindari pergaulan bebas, mahasiswa sebagai orang yang diyakini memiliki ilmu pengetahuan dan pengalaman, tentunya harus ikut serta dalam mengambil tindakan pecengahan pengaruh buruk pergaulan bebas.
Beberapa cara yang dapat diambil mahasiswa untuk mencegah anak remaja bergaul dengan bebas seperti, memberikan nasehat, menceritakan pengalaman sebagai pengajaran dan memberikan ilmu pengetahuan termasuk pengetahuan agama. Serta, menyampaikan tentang buruknya dampak yang akan ditimbulkan dari pergaulan bebas.
Dari kegiatan-kegiatan kampus, mahasiswa juga dapat mengadakan seminar atau webinar tentang seperti apa dampak pergaulan bebas bagi diri anak. Hal ini akan membuat anak berpikir tentang kesehatan dan keselamatan dirinya.
Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan terkait hukum yang akan diterima jika dengan pergaulan bebasnya ia melanggar norma sosial dan agama. Dengan begitu anak remaja bisa tahu bahaya dan akibat yang ditimbulkan dari pergaulan bebas.
Dalam menghindari pergaulan bebas, mustahil dapat dilakukan oleh satu orang saja atau dilakukan sendiri oleh anak tanpa dukungan dari orang tua dan lingkungannya. Diperlukan kepribadian anak dengan iman yang kuat yang terbentuk sejak anak masih berusia dini, tentunya hal ini diperoleh dari orang tua atau keluarga.
Selaku orang tua dari si anak wajib menyampaikan dan menegaskan bahwa anak boleh saja bergaul tetapi dalam pergaulan harus ada batasan. Dengan mendidik anak untuk selalu berbuat baik dan selalu beribadah kepada tuhan, maka satu langkah anak terhindar dari pergaulan bebas.
Selain itu, lingkungan sekolah juga berperan penting, Pemerintah harus melakukan sosialisasi tentang dampak pergaulan bebas kepada anak sekolah. Kemudian pihak sekolah juga harus mengaktifkan kegiatan ekstrakurikuler agar anak disibukkan dengan belajar dan kegiatan sekolah.
Serta orang-orang sekitar yang berada dilingkungan si anak dapat memberikan pengaruh positif, agar seorang anak dapat menentukan mana hal yang baik dan buruk untuk masa depannya.

