Potret SDN 10 Ratte: Sekolah Pedalaman dengan Segala Keterbatasan

Kondisi SDN 10 Ratte. Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Serlia Turu Allo

Unsulbar News, Majene– SDN 10 Ratte yang terletak di Desa Banua Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, menjadi salah satu sekolah pedalaman yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam menunjang proses belajar mengajar. Kondisi tersebut membuat para siswa siswi belum sepenuhnya dapat meraih ilmu dengan baik sebagaimana mestinya.

Berdasarkan hasil observasi mahasiswa Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) Fakultas Ekonomi Universitas Sulawesi Barat, setidaknya terdapat tiga keterbatasan utama yang dihadapi sekolah ini.

Pertama, kondisi bangunan sekolah yang kurang baik. Sejumlah ruang kelas masih menggunakan dinding berbahan kayu (papan), sementara atap kerap bocor akibat genteng yang sudah tidak layak sehingga mengganggu jalannya pembelajaran.

Kedua, minimnya fasilitas belajar. Papan tulis, buku pelajaran, dan alat peraga pembelajaran sangat terbatas bahkan sebagian tidak tersedia, sehingga membatasi siswa dalam mengembangkan kemampuan secara maksimal.

Ketiga, keterbatasan akses teknologi dan internet. Di wilayah ini jaringan internet hampir tidak tersedia, sehingga pihak sekolah sulit menerapkan metode pembelajaran modern berbasis teknologi digital.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa HMA Unsulbar hadir melalui program HMA Mengajar & Mengabdi pada 22–28 September 2025. Selama sepekan, mahasiswa memberikan pendampingan pembelajaran kreatif, pelatihan keterampilan, dan pengembangan karakter bagi siswa SDN 10 Ratte.

“Kami dari Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak sekolah yang telah menerima dan mendukung kegiatan ini. Kami melihat bahwa kondisi sekolah yang masih memiliki banyak keterbatasan, baik dari segi sarana, prasarana, maupun akses pendidikan, membutuhkan perhatian bersama. Oleh karena itu, kegiatan ini kami pandang sangat penting sebagai bentuk kepedulian mahasiswa untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan motivasi belajar serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi siswa-siswi di SDN 10 Ratte,” ujar perwakilan HMA.

Sementara itu, pihak sekolah berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk memperbaiki sarana prasarana yang masih sangat terbatas. Selain itu, mereka juga menginginkan agar kegiatan pengabdian seperti ini dapat terus berlanjut sehingga siswa memiliki akses belajar yang lebih luas dan inovatif.

“Harapan kami, ada kerja sama yang baik dengan perguruan tinggi sebagai mitra dalam peningkatan kualitas pendidikan di sekolah pedalaman seperti ini,” ungkap salah satu guru SDN 10 Ratte.

Dengan kondisi yang ada, semangat belajar siswa SDN 10 Ratte tetap tinggi. Dukungan dari masyarakat, sekolah, dan pihak kampus diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam pemerataan akses pendidikan di wilayah pedalaman Majene.

Nurul Inzana Filail

Just call me Iyun. Meet me on Instagram @iyunniee_

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok