Puisi : Rintik Jam 7 Malam

Oleh : Nurkumalasari

 

Tersandarku di lorong waktu

Menyapa dikau nan kaku

Membelai malam yang menyapu

Bergeming berpaling malu

 

Tersungkur daku di tembok haru

Menanti angin lalu

Menyentuh pohon mati

Yang tertawa di ubun pagi

Walaunya bulan menggelitik

Pada derai gemercik

Luluh memantik

Aku tetap tunduk

Pada rindu tak bersua

Menembus titik rebah

Berjuang memenggal darah

Walaunya terjatuh jua

 

Asaku memetik malam

Harap hujan rehat sejenak

Lalu kembali karam

 

Merangkak aku di kerikil tajam

Yang haus kan menikam

Luluh di rintian hujan

 

Wahai langit

Gelap telah berani mencumbuku

Dan mawar mulai cemburu

Pada duri di mataku

Yang membuat tak mampu

Melihat 7 warna hujan

Di malam buta

Dan bayangnya datang

Bersenggama dengan batinku

 

Pinrang, 16 maret 2015

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok