Unsulbar Luncurkan Model Pembelajaran MKWK Berbasis Proyek, Wujudkan Desa Sadar Pancasila

Foto bersama panitia, mahasiswa dan masyarakat Desa Pamboborang setelah kegiatan/sumber: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Muhammad Rifaldi B

Unsulbar News, Majene – Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar kegiatan Diseminasi Hasil Pengembangan Model Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Kurikulum Pendidikan Tinggi (MKWK) Berbasis Proyek Tahun 2024, Sabtu, 28 September 2024 berlangsung di Desa Pamboborang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.

Dengan tema “Implementasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila Melalui Pembentukan Desa Sadar Pancasila”. Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya mendukung pengembangan kurikulum pendidikan tinggi yang berfokus pada penerapan langsung nilai-nilai ideologi Pancasila.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan hasil pengembangan model pembelajaran berbasis proyek yang dirancang guna mendorong mahasiswa agar tidak hanya menguasai konsep teoritis, namun juga mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata.

Melibatkan Mahasiswa dan Masyarakat

Model ini menggabungkan pendekatan interaktif, kolaboratif, dan kontekstual melalui keterlibatan mahasiswa dalam pembentukan dan pemberdayaan Desa Sadar Pancasila.

Desa Pamboborang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan proyek ini karena komitmennya dalam mendukung penguatan nilai-nilai kebangsaan dan gotong royong.

Kegiatan Diseminasi ini didahului dengan pemberian penguatan dari Narasumber yakni Farhanuddin, S.E.,M.Si tentang Implementasi nilai-nilai ideologi pancasila yang sudah tertanam di masyarakat suku mandar, seperti gotong royong atau biasa disebut sirondo-rondo’i atau sibaliparriq.

Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari mahasiswa, dosen, serta masyarakat setempat dalam berbagai aktivitas yang mencerminkan penerapan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, musyawarah, dan kepedulian sosial.

Kegiatan diseminasi ini meliputi diskusi panel, presentasi hasil proyek, dan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas lebih dalam tentang bagaimana implementasi nilai-nilai ideologi Pancasila melalui pembentukan desa sadar Pancasila.

Harap Nilai-nilai Pancasila Selalu Diterapkan

Dalam sambutannya, Muhammad Sajidin, S.Pd.,M.Si selaku ketua pelaksana menyampaikan kegiatan ini menjadi wadah mahasiswa untuk mempraktikkan nilai-nilai Pancasila.

“Proyek Desa Sadar Pancasila ini tidak hanya sekadar aktivitas akademik, tetapi menjadi sarana nyata bagi mahasiswa untuk mempelajari, menghayati, dan mempraktikkan nilai-nilai ideologi Pancasila di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, melalui kegiatan ini Sajidin berharap desa tersebut bisa menjadi contoh lain setelah pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Desa Pamboborang kami harapkan dapat menjadi contoh bagi desa lain untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang berbasis pada nilai-nilai luhur Pancasila,” tambahnya.

Budi Agung S.T sebagai sekretaris desa menyampaikan rasa syukurnya karena panitia telah memilih desanya menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Saya mewakili Kepala Desa Pamboborang, merasa sangat bersyukur dan bangga karena desa kami telah dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan program Pembentukan Desa Sadar Pancasila. Kegiatan ini memberikan kesempatan besar bagi masyarakat kami untuk lebih memahami dan mengamalkan nilai-nilai ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia juga berharap dari kegiatan tersebut menjadikan warga desa khususnya generasi muda dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap, melalui kegiatan ini, generasi muda dan seluruh warga Desa Pamboborang dapat terus menjunjung tinggi semangat gotong royong, kebersamaan, dan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai masalah yang ada. Program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat kami dan saya berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang,” tambahnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok