
Jurnalis: Siti Nanda Cahya Al Qadri
Unsulbar News, Majene – Momen Wisuda XVIII Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang berlangsung beberapa hari lalu menyisakan catatan penting terkait aksesibilitas menuju kampus.
Usai diguyur hujan sehari sebelum acara wisuda, kondisi jalan menuju Unsulbar kembali menjadi sorotan akibat becek dan berlumpur, yang menyulitkan pengendara, terutama para tamu dan keluarga wisudawan menuju lokasi.
Pantauan tim Unsulbar News saat pelaksanaan wisuda menunjukkan bahwa jalan yang licin, berlumpur, dan penuh genangan air dinilai membahayakan siapa pun yang melintas. Selain tidak rata, sejumlah titik juga dipenuhi tanah bekas galian yang mempersempit ruang gerak kendaraan.
Keluhan ini di antaranya disampaikan oleh Nur Faika, salah satu keluarga wisudawan yang melalui jalur samping Gedung Rektorat. Ia menyebut kondisi jalan sebagai tantangan tersendiri yang harus dihadapi pengunjung kampus, terlebih setelah hujan turun.
“Bagi saya jalan ke Unsulbar ini betul-betul sangat menantang, karena melihat dari kondisi jalan yang becek, air bergenang, melihat juga tadi ada motor yang kurang baik saat menaiki jalan kampus, pakaian juga ikut kotor,” ungkap Nur Faika.
Ia sangat berharap adanya perbaikan jalan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memberi kenyamanan bagi para pengguna jalan.
“Saya harap jalan ke Unsulbar ini segera diperbaiki supaya pengendara dapat melintas dengan aman dan nyaman ke kampus,” ucap wanita berkebaya merah jambu tersebut.
Baca juga: Jalan Area Kampus Berbatu dan Berdebu Dikeluhkan Mahasiswa
Menanggapi hal itu, Rektor Unsulbar, Prof Dr Muhammad Abdy, S Si, M Si, turut prihatin dengan masalah tersebut. Saat diwawancara Unsulbar News, ia mengaku persoalan jalan menuju kampus memang telah lama menjadi keluhan.
Prof Abdy menuturkan, sebenarnya pihak kampus telah beberapa kali menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Majene, namun hingga kini belum mendapat respons yang diharapkan.
“Ya, kami sudah melobi Pemda, cuman yah sampai saat ini belum ada hasilnya, apalagi sekarang kan itu harus efisiensi anggaran. Tapi kami pasti usahakan terutama untuk tahun ini,” tegasnya.
Meski kejadian ini telah berlalu, persoalan infrastruktur di sekitar kampus tetap menjadi perhatian penting yang perlu segera ditangani, mengingat aktivitas mahasiswa dan masyarakat terus berlangsung setiap hari.
Editor: Marselino Geradus


Nice banget! Artikel ini relate dan insightful. Bisa banget jadi bahan ngobrol bareng di Kanal.id, komunitas anak muda yang aktif banget diskusinya.