Oleh: Fauzan Azima Mahasiswa..Datang berboyong-boyong dari daerahnyaMeninggalkan keluarga dengan perasaan bangga Membusungkan dada mengejar cita, lalu melanjutkan pendidikannya.Berangkat ia dengan penuh gembira,Karna telah memanggul
Sastra
Cerpen dan Puisi
Puisi: Hujan
Oleh: Ritabulan Ratusan panah dari langitmelesat jauh menghujam kalbu Daun tergeletak di jalan yang tergenangkenanganmengikuti air yang mengalir Hujan hampir berhentinamun rindu belum usai
Puisi: KUNIKMATI RASA SAKIT INI
Oleh: : Ritabulan Pernah kucoba menyembunyikan air mata dari hujanaku berlindung di rimbun dedaunantapi ia mencecarku dengan ribuan pertanyaanmengapa sembilu yang terus menyayat aku
Sajak : Wajah Politik
Oleh : Pena Biru Hari H pemilu dan pesta demokrasi telah usai, akan tetapi suasana panas masih terasa hingga saat ini. Saling klaim kemenangan
Tangisan di Hari Kartini
Oleh: Isvani Arief Kesunyian telah mendekapDiselimuti oleh anginBersentuhan dengan tangis dan menggenggam ilusi Abu yang sedang meraba tubuh, berdering dalam detak nadiDaun bermain memanjakan
Puisi : Anak-Anak Pembaharu
Oleh : Abraham La Ode Kami adalah anak cucu yang akan menggantikan generasi tua kelak Kami adalah anak-anak yang dilahirkanuntuk menanggung sampah kebijakan Kami
NILAI ITU BUKAN ANGKA
Oleh: Abraham La Ode “ . . . Salah satu pemikiran dosen yang unik itu ialah terkait kritik sang dosen terhadap universitas – yang
Puisi : NAMAKU “Rakyat”
Diilhami: Abraham La Ode aku rakyat arti namaku ialah kedaulatan aku tuan rumah demokrasi aku disuruh memilih pemimpin dan wakilku sendiri setiap lima tahunan
Berkisar Membaca
Oleh : Abrhama La Ode “ . . . Tapi, biasanya, kita berani bicara apa saja karena kita tidak makan uang siapa pun, kecuali
Puisi : Negeri Ini Harus Bagaimana ?
Oleh : Yuliani Ariani Negeri ini harus bagaimana?Dikala menengok pejabat anti kritikNegeri ini harus bagaimana?Melihat adu mulut bahkan adu jotos kini sangat mudah dijumpai








