Dosen Ekonomi Unsulbar Latih Warga Desa Pulliwa Polman Jual Produk UMKM Secara Digital

Suasana pelatihan Manajemen Usaha dan Digital Marketing di Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, Polewali Mandar, Kamis (25/08/2022).

Jurnalis: Masdin

Unsulbar News, Majene – Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) mengadakan pelatihan Manajemen Usaha dan Digital Marketing di Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, Polewali Mandar, Kamis (25/08/2022).

Dosen yang terlibat dalam Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) itu terdiri dari Haeruddin Hafid, S.,E MM sebagai ketua tim pelaksana bersama anggotanya yaitu Erwin, S E, M.M dan Taufik Hidayat B. Tahawa, S E, M. Ak.

Dalam Kegiatan tersebut tim dosen bersama mahasiswa melakukan beberapa kegiatan. Pertama yaitu pemaparan materi kepada warga tentang peranan UMKM di era revolusi industri 4.0 yang di bawakan lansung oleh Taufik Hidayat.

Dalam pemaparannya, Taufik Hidayat menuturkan era sekarang telah berubah kearah serba digital.

“Perkembangan itu akan selalu ada, dilihat dari perubahan perubahan pola kegiatan masyarakat yang dahulunya menggunakan ojek kini beralih ke grab yang dianggap lebih memudahkan masyarakat, serta di era sekarang masyakat lebih menilai kecepatan serta total pemenuhan kebutuhan bukan lagi harga,” ujarnya saat memaparkan materi.

Masih kata dia, UMKM perlu memikirkan bagaimana agar produk yang sama dapat bersaing, beliau juga memaparkan tentang perlunya pencatatan pendapatan dan pengeluaran dalam sebuah kegiatan usaha.

Materi kedua di paparkan lansung Koordinator Program studi Manajemen Unsulbar, Erwin tentang digital Marketing. Dimana ia memperkenalkan kepada masyarakat tentang tipe-tipe apa saja yang dapat di gunakan digital marketing.

“Saat ini banyak para pelaku usaha yang memasarkan produknya menggunakan platform media sosial dengan cara mempromosikannnya di media sosial, misalnya sosial media marketing seperti Facebook,instagram dan lainnya,” tutur dosen tersebut.

“Menggunakan digital marketing ini akan mempermudah produk yang di hasilkan masyarakat di desa Bulo salah satunya, gula semut ini dapat dikenal luas diluar daerah,” tambahnya.

Usai pemaparan materi dosen Fakultas Ekonomi, Haeruddin Hafid bersama tim serta mahasiswa diajak berkunjung ke rumah ketua KWT Wanita Paraita.

Disana melihat lansung produk yang diberi nama Gula semut diproduksi lansung oleh KWT Wanita Paraita yang ada di Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo.

“Gula semut ini bisa digunakan seperti halnya gula pada umumnya, kadar gula yang rendah, ” ungkap ketua KWT paraita dalam penerangannya.

Keunikan dari Gula semut ini adalah terbuat dari aren yang dimasak terlebih dahulu dan melalui beberapa tahapan. Dimana pada proses akhirnya dosangrai.

Adapun alasan KWT Wanita Paraita menamai gula ini menjadi gula semut karena Gula ini berwarna kecoklatan dan menyerupai semut.

Tim dosen Fakultas Ekonomi beserta mahasiswa berharap kegiatan pelatihan dapat membawa dampak yang positif bagi masyarakat terutama untuk mengembangan produk gula semut.

Serta dapat dipromosikan diplatform media sosial sehinga dapat dikenal di luar daerah tentunya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok