Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Avenza Maps oleh Dosen Unsulbar

Dokumentasi pelatihan pemanfaatan teknologi avenza maps oleh dosen Unsulbar/Foto: Dokumentasi Pribadi

Jurnalis: Nurul Inzana Filail

Unsulbar News, Majene–Reforma agraria sangat penting segera dilakukan terutama untuk penguasaan hak atas tanah bagi masyarakat, program pemerintah melalui kementerian ATR/BPN dalam akselerasi sertifikat tanah secara tidak langsung sering memicu konflik tanah terutama di pedesaan. Desa Lapeo pada tahun 2023 sering terjadi konflik tanah baik antar masyarakat maupun dengan tanah adat.

Kondisi ini yang mendorong Dosen Unsulbar dari Fakultas Teknik yang terdiri dari Ismail, S.Pd., M.Pd dan Jafar Mukhlis S.T., M.T. memberikan pelatihan pemanfaatan teknologi avenza maps untuk pengukuran batas tanah secara mandiri. “Salah satu keunggulan aplikasi ini adalah ketika selesai terinstal, maka jika tidak ada koneksi internet di lapangan aplikasi ini tetap dapat digunakan atau dapat digunakan secara offline,” kata Ismail.

Mengenai Avenza Maps

Avenza maps merupakan aplikasi geotagging berbasis GPS yang dapat diunduh secara gratis yang dapat dioperasikan gawai baik android maupun IOS. Avenza Maps juga dapat diatur oleh pengguna petanya sendiri dalam bentuk PDF dan dapat dikonversi ke aplikasi Google Earth.

Pelatihan yang dilaksanakan pada Sabtu (11/11/2023) tersebut, difokuskan mengenai keterampilan Avenza Maps dasar yang perlu diketahui dan dipahami oleh masyarakat agar mempermudah mengidentifikasi batas tanah dan mempermudahan dalam pengurusan sertifikat tanah. 

Pandangan Pemerintah Terkait Program

Kepala Desa Lapeo Noor Irwandi Yusuf mengatakan,  pelatihan ini begitu bermanfaat untuk masyarakat lokal, dengan melibatkan masyarakat untuk belajar secara langsung dan memetakan batas tanah mereka secara mandiri dan akan membantu dalam mengurangi konflik batas tanah dengan masyarakat lain.

Pelatihan ini juga diharapkan agar sering dilakukan untuk masalah yang memerlukan pemanfaatan teknologi agar masyarakat menjadi melek teknologi. Terakhir, Pemerintah Desa Lapeo juga ingin akademisi Unsulbar agar sering berkolaborasi untuk membantu masyarakat Desa Lapeo menjadi lebih sejahtera dan mandiri.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok