Pendidikan Karakter dalam Era Disrupsi

Gambar: Muh Abduh

Oleh: Muh. Abduh


Unsulbar News. “Sejak manusia memasuki era teknologi informasi dan perubahan – perubahan besar yang sangat cepat, membuat gaya hidup dan mindset jaman now menjadi hal yang memiliki dua kecenderungan, yakni kecenderungan kearah positif membuat kita bertahan dalam sebuah persaingan, atau kita tenggelam dan hanyut dalam sebuah kegagalan sistematis yang berujung pada hal- hal negatif”.


Ungkapan diatas menjadi hal yang menarik menjadi perbincangan kita saat ini. Sebagai bagian dari rangkaian peradaban manusia teknologi atau manusia jaman now, perubahan – perubahan esktrim yang terlihat dalam segala aspek kehidupan manusia meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, gaya hidup, hingga pendidikan menjadikan semakin banyak orang – orang mengalami self disrupted atau serangan perubahan terhadapa diri sendiri karena adanya kecenderungan tak dapat menerima realita atau kenyataan bahwa saat ini kita hidup dijaman digital dimana sebagian ungkapan lucu pun menjadi ada benarnya kalau jaman edan menjadi trend untuk mempertegas kondisi saat ini akibat serangan – serangan perubahan yang sangat cepat atau apa yang sekarang disebut Disruption atau Disrupsi.


Disruption… sebuah fenomena yang menjadi perbincangan di seluruh dunia saat ini akibat lompatan – lompatan besar perubahan hidup manusia yang begitu cepat sehingga tidak ada prediksi yang dapat menggambarkan kejadian saat ini dimasa lalu dimana teknologi digital menjadi driving atau pengendali yang merubah semua cara pandang manusia dalam menghadapi ancaman dan persaingan hidup yang semakin rumit.


Seperti dalam buku terlaris dan fenomenal Karya Professor Rhenald Kasali tentang Disruption, mengajak kita menyelami dan menguliti satu persatu persoalan – persoalan yang dihadapi manusia akibat perubahan ekstrem dikarenakan pengaruh teknologi dalam berbagai aspek. Perubahan yang memunculkan banyak ketidakpastian persaingan, seperti dalam bidang pendidikan, di Sekolah kita masih ingat dengan jelas guru masih menggunakan buku panduan manual dengan seonggok catatan dan salinan di buku siswa, namun tidak membutuhkan waktu lama, pola tersebut terdisrupsi dengan teknologi digital melalui android, gadget, sehingga tak perlu butuh banyak catatan mata pelajaran, cukup hanya dengan laman internet , dan aplikasi belajar seperti perpustakan digital yang memuat ribuan buku dalam satu genggaman manusia.


Mungkin itu salah satu bagian sangat kecil dari dampak disrupsi di bidang pendidikan sehingga banyak dari kita tidak siap menerima perubahan – perubahan akibatnya cara –cara lama membuat kita tergilas dan ketinggalan sehingga semakin jelas kesenjangan akibat perubahan yang sangat cepat, maka sangat wajarlah kalau kita banyak menjadi penonton di negeri sendiri.


Nah , untuk menjawab persoalan self disruption, bukan hal sulit namun juga tidak bersifat instan, perlu perubahan mindset dan konsistensi yang kuat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan membumikan pendidikan karakter dalam diri kita. Perubahan mindset dari mindset jaman dulu ke mindset jaman now tidak bisa terwujud dengan hanya mengikuti perubahan hanya karena trend dan tak mau dikatakan ketinggalan jaman, dibutuhkan kesadaran dan kesungguhan melalui sikap kita mau belajar dan memperkuat karakter kita sebagai orang timur atau bangsa yang menjunjung tinggi norma –norma, dan akhlak sehingga sikap positif selalu membawa kita untuk menerima perubahan – perubahan ekstrem di zaman teknologi digitalisasi.


Perubahan itu sudah ada di depan mata kita, hanya ada dua pilihan bagi kita , tergilas atau terdisrupsi atau bersaing dan ikut arus perubahan melalui pendidikan karakter baik itu di lingkungan kelurga, masyarakat, sekolah, kampus, dan dimanapun. Jangan ingin menjadi korban self disruption, mari buat perubahan untuk menaklukkan perubahan – perubahan itu sendiri, karena mau tidak mau, suka tidak suka anda adalah produk dari diri anda sendiri, maka buat produk itu menjadi berkualitas, banyak diminati dan mampu menghadapi disrupsi melalui mindset korporat dan pendidikan karakter.


“ Taka da yang tak bisa diubah sebelum dihadapi, motivasi saja tidak cukup” Prof. Rhenald Kasali

(Book Cover : Disruption. Kompas Gramedia: 2018)

Penulis merupakan salah satu Dewan pembina Unsulbar News

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Follow by Email
YouTube
YouTube
WhatsApp
Tiktok